MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Usai Polda Jabar Bongkar SOBIS di Sidrap, Kapolres Buka Suara

Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda memberikan klarifikasi terkait polemik penangkapan terduga passobis oleh Polda Jabar, Sidrap, 26 Agustus 2026.

SIDRAP, MATANUSANTARA — Pengungkapan jaringan penipuan daring atau SOBIS/passobis oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tidak berhenti pada penetapan tersangka.

Operasi tersebut justru membuka ruang pertanyaan baru di tengah masyarakat. Salah satunya, mengapa tim Polda Jabar datang langsung ke Sidrap untuk melakukan penindakan, sementara personel Polres Sidrap tidak terlihat dalam rangkaian operasi tersebut.

Pertanyaan itu kemudian berkembang menjadi spekulasi di media sosial. Bahkan, muncul anggapan bahwa Polres Sidrap tidak dilibatkan dalam operasi tersebut.

Namun, Rabu, 26 Agustus 2026, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda memberikan penjelasan dalam forum temu sinergi bersama pengusaha dan jurnalis di Hotel Grand Sidny, Pangkajene.

Kapolres: Koordinasi Tetap Berjalan

Indra menegaskan, tidak terlihatnya personel Polres Sidrap dalam proses penangkapan tidak berarti koordinasi dengan Polda Jabar tidak dilakukan.

“Koordinasi ada kok, yang pimpin teman seangkatan saya. Itu biasa. Namun melibatkan anggota kami dalam rangkaian kegiatan Polda Jabar itu tidak mesti, karena mereka punya tim sendiri dan sudah siap,” katanya didepan awak media.

Menurutnya, operasi penegakan hukum lintas wilayah memiliki mekanisme tersendiri. Kepolisian daerah yang melakukan penyidikan dapat melaksanakan penindakan di wilayah lain dengan tetap melakukan koordinasi.

Pelibatan personel kepolisian setempat, kata dia, dilakukan apabila memang dibutuhkan.

Indra memberikan contoh ketika Polres Sidrap memiliki target hukum di luar wilayah hukumnya.

“Kalau kami punya target di luar Sidrap, prinsipnya juga sama. Koordinasi dulu. Kalau perlu bantuan, baru minta back up,” jelasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus memberikan konteks atas polemik yang berkembang setelah Polda Jabar melakukan penindakan terhadap jaringan passobis di Sidrap.

Publik kini menunggu: apakah pengungkapan Polda Jabar menjadi akhir dari kasus SOBIS di Sidrap, atau justru pintu masuk untuk membongkar struktur dan aktor lain di balik jaringan tersebut?

Disclaimer: Informasi mengenai konten King Ronal, komentar warganet, tangkapan layar percakapan WhatsApp, serta klaim mengenai pihak tertentu dalam berita ini bersumber dari konten publik dan informasi yang beredar di ruang digital. Informasi tersebut belum seluruhnya terverifikasi secara independen.

Matanusantara tidak menyimpulkan keterlibatan pihak mana pun sebelum terdapat bukti dan keterangan resmi dari aparat penegak hukum. Pihak yang disebut memiliki hak memberikan klarifikasi dan seluruh pihak tetap dijunjung berdasarkan asas praduga tak bersalah. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini