Gunung Bulu Saukang Terbakar, 68 Pendaki Dievakuasi, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku
MAROS, MATANUSANTARA — Kepulan asap dan kobaran api menyelimuti kawasan Gunung Bulu Saukang, Dusun Balocci, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Minggu (6/9/2026) malam. Situasi tersebut memicu respons cepat aparat kepolisian bersama tim gabungan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus memastikan keselamatan para pendaki.
Sebanyak 68 pengunjung yang berada di kawasan gunung saat kebakaran terjadi berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WITA. Personel Polsek Tompobulu yang dipimpin Ka SPK Aiptu Muhardi langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi kejadian.
Kehadiran personel kepolisian tidak hanya untuk melakukan pengamanan. Petugas juga melakukan pemantauan situasi, membantu langkah evakuasi serta berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros dan unsur terkait lainnya.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 22.00 WITA, operasi penanganan diperkuat tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Damkar Maros, KPH Tompobulu dan tenaga kesehatan.
Sebelum bergerak melakukan pemadaman dan patroli, tim gabungan terlebih dahulu melaksanakan apel konsolidasi yang dipimpin Dandim 1422 Maros Letkol Arm Agung Yuhono, S.E., didampingi Kapolsek Tompobulu AKP Muhammad Awaluddin Kadir, S.H.
Dalam kondisi medan yang tidak mudah, personel gabungan kemudian melakukan upaya pemadaman sekaligus menyisir kawasan untuk memastikan tidak ada pendaki yang masih terjebak atau berada di titik yang membahayakan.
Upaya tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 WITA. Kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan.
Namun, penanganan belum sepenuhnya berakhir. Petugas tetap melakukan pemantauan pada sejumlah titik lantaran masih terlihat kepulan asap. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api atau bara yang dapat memicu kebakaran susulan.
Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.
Kepada media, Kapolsek Tompobulu AKP Muhammad Awaluddin Kadir menegaskan, keselamatan pengunjung menjadi perhatian utama dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebanyak 68 pengunjung yang berada di kawasan gunung saat kejadian berhasil dievakuasi dengan selamat berkat sinergi seluruh tim gabungan. Kami juga mengimbau masyarakat dan para pendaki agar tidak membuang puntung rokok maupun menyalakan api di kawasan hutan demi mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Sementara itu, hasil pendataan menunjukkan terdapat 337 pengunjung yang melakukan registrasi pendakian di kawasan Gunung Bulu Saukang.
Dari informasi awal yang diperoleh di lapangan, titik awal kebakaran diduga berada di sekitar Pos 5. Dugaan sementara, kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui penelusuran lebih lanjut. Dugaan tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan kesimpulan akhir sebelum terdapat hasil pemeriksaan atau keterangan resmi lebih lanjut.
Di tengah peristiwa tersebut, kepolisian mengingatkan masyarakat dan pendaki agar tidak menganggap sepele aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api di kawasan hutan.
Puntung rokok, pembakaran terbuka maupun aktivitas menyalakan api di kawasan rawan harus dihindari. Terlebih, kebakaran di kawasan pegunungan dapat dengan cepat meluas dan menyulitkan proses pemadaman karena kondisi medan serta akses menuju titik api.
Polsek Tompobulu bersama unsur gabungan akan terus melakukan pemantauan kawasan untuk memastikan situasi benar-benar aman dan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan pendaki dan kelestarian kawasan hutan merupakan tanggung jawab bersama. Kewaspadaan sederhana dapat menjadi pembeda antara aktivitas pendakian yang aman dan bencana kebakaran yang mengancam kawasan serta keselamatan manusia. (***).

Tinggalkan Balasan