MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Rehabilitasi Mandiri Rutan Makassar: Saat Warga Binaan Menata Ulang Jalan Hidup

Warga binaan Rutan Kelas I Makassar mengikuti program rehabilitasi mandiri sebagai bagian dari proses pemulihan dan pembentukan perubahan perilaku.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Masa pembinaan di balik tembok Rutan tidak semata tentang menjalani hukuman. Bagi warga binaan yang mengikuti rehabilitasi mandiri di Rutan Kelas I Makassar, masa tersebut menjadi ruang untuk memulihkan diri, membangun kembali kedisiplinan, dan menyiapkan perubahan sebelum kembali berhadapan dengan kehidupan di tengah masyarakat.

Program rehabilitasi mandiri itu menjadi bagian dari upaya Rutan Makassar membantu warga binaan menjauh dari penyalahgunaan narkotika. Pendampingan dilakukan melalui berbagai kegiatan yang diarahkan pada peningkatan kesadaran diri, penguatan mental, pembentukan kedisiplinan, serta kemampuan peserta menjalani proses pemulihan secara terarah.

Dalam proses tersebut, rehabilitasi tidak ditempatkan hanya sebagai rangkaian kegiatan, tetapi sebagai bagian dari perjalanan perubahan. Kemauan dari dalam diri warga binaan menjadi faktor penting, sementara pendampingan petugas diberikan untuk menjaga agar proses pemulihan tetap berjalan secara berkelanjutan.

Kepala Subsi Administrasi dan Perawatan Rutan Makassar, Jessica Iskandar, mengatakan pihaknya ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperbaiki diri sekaligus membangun keyakinan bahwa perubahan masih dapat dilakukan.

“Kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk pulih, memperbaiki diri, dan memiliki semangat untuk berubah. Proses ini membutuhkan kemauan dari dalam diri serta dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Jessica.

Pesan tersebut menempatkan aspek pemulihan sebagai bagian penting dari pembinaan. Sebab, meninggalkan penyalahgunaan narkotika bukan hanya persoalan menghentikan perilaku, tetapi juga membutuhkan perubahan pola pikir, kedisiplinan, dan kesiapan menjalani kehidupan setelah masa pembinaan berakhir.

Bagi salah seorang peserta, proses itu mulai dirasakan sebagai kesempatan untuk melihat kembali kesalahan sekaligus menata kehidupan yang akan dijalani setelah bebas.

“Saya merasa kegiatan ini membantu saya untuk lebih disiplin dan menyadari kesalahan yang pernah dilakukan. Saya ingin pulih, berubah, dan ketika nanti kembali ke masyarakat, bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan tujuan yang lebih panjang dari rehabilitasi mandiri. Perubahan yang dibangun selama berada di lingkungan pemasyarakatan diharapkan tidak berhenti ketika program selesai, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang dibawa saat warga binaan kembali kepada keluarga dan lingkungan sosialnya.

Di titik inilah semangat “pulih, bangkit, dan berubah” mendapat maknanya. Pulih berarti berupaya meninggalkan ketergantungan dan pola perilaku yang merugikan. Bangkit berarti membangun kembali kepercayaan diri dan kedisiplinan. Sementara berubah berarti memiliki kemauan untuk menjalani kehidupan dengan pola yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Rutan Makassar berharap kesempatan pembinaan tersebut dimanfaatkan secara sungguh-sungguh oleh setiap peserta. Masa menjalani pidana diharapkan tidak hanya berakhir dengan selesainya hukuman, tetapi juga menghasilkan perubahan yang dapat menjadi modal ketika warga binaan kembali menjalankan fungsi sosialnya.

Pada akhirnya, tantangan terbesar rehabilitasi bukan hanya bagaimana seseorang mampu menjalani proses pemulihan di dalam Rutan, tetapi bagaimana perubahan tersebut dapat dipertahankan setelah kembali ke lingkungan asal.

Karena itu, keberhasilan program diharapkan tercermin dari kemampuan warga binaan untuk membawa nilai-nilai kedisiplinan, kesadaran diri, dan pola hidup yang lebih sehat ke kehidupan setelah pembinaan.

Dari balik tembok Rutan, perubahan itu dimulai. Namun, ukurannya kelak bukan hanya ketika mereka pulih di dalam, melainkan ketika mampu tetap berubah saat kembali ke tengah masyarakat. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini