“Gugur Ditangan Senior” Tangis Keluarga Pecah Saat Jenazah Bripka DP Dinaikkan ke Ambulance
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Senin dini hari, 24 Februari 2026, pukul 00.00 Wita, duka menyelimuti keluarga Bripka Dirja Pratama (DP). Jenazah bintara baru Direktorat Samapta Polda Sulsel itu diterima setelah dilakukan visum oleh tim Dokpol di RS Bhayangkara Makassar.
Suasana haru pecah ketika jenazah almarhum dikeluarkan dari ruang post mortem dan perlahan dinaikkan ke ambulans menuju rumah duka di Kabupaten Pinrang. Tangis, isak, dan ratapan keluarga memenuhi udara malam yang sunyi.
Ayah almarhum, Aipda Muhammad Jabir, menceritakan awalnya mereka diberi kabar anaknya meninggal karena sakit. Namun, melihat kondisi jenazah di RSUD Daya, kejanggalan pun muncul: lebam di beberapa bagian tubuh dan sisa darah di mulut almarhum.
Fakta Misteri Kematian Bripka DP Terkuak, Ayah Ungkap Dugaan Penganiayaan Senior
Rasa curiga keluarga kian kuat hingga memindahkan jenazah ke RS Bhayangkara untuk visum dan pemeriksaan forensik menyeluruh. Jabir menuturkan.
“Subuh tadi dia masih sempat bicara dengan ibunya, kondisinya baik-baik saja. Tapi beberapa jam kemudian kami mendapat kabar bahwa anak kami meninggal dunia. Kami sangat terkejut.” ungkapnya
Kematian Bripda DP Meledak, Kakek Nyaris Ngamuk Desak Transparansi Total
Kematian Bripka DP menimbulkan dugaan kuat penganiayaan oleh senior di institusi kepolisian. Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendi, menegaskan saat ini masih dalam proses penylidikan dan belum bisa menyimpulkan.
“Kami belum bisa memastikan apakah korban dikeroyok atau tidak. Yang pasti, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap enam orang, termasuk rekan satu angkatan dan senior korban. Tidak menutup kemungkinan jumlah saksi akan bertambah.” tegasnya.
Propam Polda Sulsel bergerak cepat untuk mengungkap fakta di balik kematian yang tragis ini, memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel. (Ram).

Tinggalkan Balasan