Kado Spesial Kapolda Sulsel Baru dari Polrestabes & Polres Pelabuhan Makassar, Bos Kampung Narkoba “Pendi” & 104 Terduga Diamankan
MAKASSAR, MATANUSANTARA— Gebrakan pemberantasan narkotika mewarnai hari pertama bertugas Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang baru, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H. Kawasan kampung Narkoba di Borta Kecamatan Tallo, Makassar, menjadi sasaran operasi gabungan yang melibatkan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Makassar, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Makassar yang di kawal personel Polda Sulsel, Jumat (9/10/2026).
Dalam operasi yang berlangsung sejak sore hingga malam hari tersebut, sebanyak 104 orang dilaporkan diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sosok bernama Pendi, yang disebut-sebut berkaitan dengan kawasan tersebut, juga dikabarkan turut diamankan.
Penindakan ini tidak hanya menyasar orang-orang yang diduga berkaitan dengan aktivitas narkotika. Petugas turut membongkar dan mengangkut pagar besi yang berdiri di kawasan tersebut menggunakan truk kepolisian.
Rangkaian tindakan itu menjadi perhatian di tengah upaya penertiban kawasan Borta yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Kampung Narkoba.
104 Orang Diamankan, Polisi Dalami Dugaan Aktivitas Narkotika
Informasi yang dihimpun Matanusantara.co.id dari internal Satresnarkoba Polrestabes Makassar menyebutkan, sebanyak 104 orang diamankan dalam operasi gabungan tersebut.
Mereka terdiri atas laki-laki dan perempuan yang selanjutnya dibawa ke Mapolrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan.
Pengamanan dalam jumlah besar itu menjadi bagian penting dari operasi yang menyasar kawasan tersebut. Penyidik perlu mendalami peran masing-masing orang, termasuk menelusuri kemungkinan keterkaitan mereka dengan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
Meski demikian, status hukum 104 orang tersebut belum dapat disamaratakan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah terdapat pihak yang memenuhi unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka.
Nama Pendi Mencuat, Status Masih Perlu Dipastikan
Di tengah operasi tersebut, nama Pendi menjadi sorotan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari internal Satresnarkoba Polrestabes Makassar, sosok yang dikenal dengan nama tersebut disebut turut diamankan.
Namun, hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan identitas lengkap, peran, maupun status hukum Pendi.
Dugaan keterkaitannya dengan aktivitas narkotika di kawasan Borta juga masih memerlukan pendalaman dan konfirmasi dari penyidik.
Kepastian mengenai siapa saja yang diduga berperan dalam aktivitas di kawasan tersebut menjadi penting agar pengungkapan tidak berhenti pada pengamanan orang-orang di lokasi, tetapi juga mampu menjelaskan konstruksi perkara berdasarkan bukti yang sah.
Operasi gabungan tersebut turut menghadirkan pemandangan mencolok ketika pagar besi yang berdiri di kawasan Borta dibongkar dan diangkut menggunakan truk polisi.
Berdasarkan pantauan Matanusantara.co.id di lapangan, struktur besi itu terlihat diangkut petugas saat penertiban berlangsung.
Keberadaan pagar tersebut menjadi perhatian karena berada di area yang menjadi sasaran operasi. Namun, fungsi pagar, kepemilikannya, serta alasan resmi pembongkaran belum dijelaskan secara terperinci oleh pihak kepolisian.
Selain penindakan terhadap orang-orang yang berada di lokasi, petugas juga dilaporkan menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkotika. Informasi mengenai puluhan alat isap turut mencuat, meski rincian jumlah dan jenis barang bukti masih membutuhkan konfirmasi resmi.
Dipimpin Kasat Narkoba Polrestabes Makassar & Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar
Operasi gabungan tersebut dipimpin langsung Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Lulik Febyantara dan Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar Iptu Arianto Najib dengan dukungan personel Polda Sulawesi Selatan.
Penindakan di kawasan Borta, Kecamatan Tallo, ini menjadi perhatian karena melibatkan pengerahan personel serta penertiban terhadap sejumlah sarana fisik di lokasi.
Namun, hasil akhir operasi belum dapat disimpulkan hanya dari jumlah orang yang diamankan maupun pembongkaran pagar. Keterangan resmi kepolisian diperlukan untuk menjelaskan temuan penyidik, barang bukti yang disita, serta tindak lanjut terhadap setiap orang yang diperiksa.
Matanusantara.co.id masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi mengenai status Pendi, hasil pemeriksaan terhadap 104 orang yang diamankan, rincian barang bukti, serta dasar pembongkaran pagar besi di kawasan Borta.
Keterangan tersebut diperlukan untuk memastikan perkembangan perkara sekaligus memberikan informasi yang akurat kepada publik.
Apakah pemeriksaan terhadap orang-orang yang diamankan akan mengungkap peran masing-masing dalam dugaan aktivitas narkotika di kawasan Borta? Jawabannya masih menunggu hasil pendalaman penyidik dan penjelasan resmi kepolisian. (***)

Tinggalkan Balasan