MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Tiga Bulan Berbuah Hasil, Panen Sawi Rutan Pangkep Jadi Bukti Pembinaan Produktif Warga Binaan

Petugas Rutan Pangkep bersama peserta magang Kemnaker dan warga binaan memanen sawi hasil budidaya di lahan ketahanan pangan Rutan Pangkep, Sabtu (31/10/2026).

PANGKEP, MATANUSANTARA — Pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep mulai memperlihatkan hasil konkret. Setelah melalui proses budidaya selama kurang lebih tiga bulan, petugas bersama peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan warga binaan berhasil memanen sawi dari lahan ketahanan pangan Rutan Pangkep, Sabtu (31/10/2026).

Panen tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat diarahkan pada kegiatan produktif yang tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menanamkan keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai bekal bagi warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan budidaya sawi memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan Rutan Pangkep. Warga binaan terlibat langsung dalam proses perawatan tanaman, mulai dari penyiraman setiap hari hingga menjaga pertumbuhan tanaman agar dapat berkembang dengan baik sampai memasuki masa panen.

Proses tersebut dilaksanakan melalui pendampingan petugas dan peserta magang Kemnaker. Keterlibatan warga binaan sejak masa perawatan hingga panen menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman praktis di bidang pertanian, sekaligus membiasakan mereka menjalani aktivitas yang terarah dan bernilai produktif.

Kasubsi Pelayanan Rutan Pangkep, Djufri, menegaskan bahwa kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, warga binaan diajarkan untuk memahami pentingnya ketekunan dan tanggung jawab dalam setiap proses. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal positif bagi mereka ke depannya,” ujarnya.

Hasil panen sawi selanjutnya dikumpulkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan bagi warga binaan. Pemanfaatan hasil pertanian tersebut memperlihatkan keterkaitan antara program pembinaan kemandirian dan upaya mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Rutan.

Di sisi lain, keberhasilan panen setelah tiga bulan budidaya menjadi momentum untuk terus mengoptimalkan lahan yang tersedia. Kegiatan serupa berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan ketersediaan lahan, perawatan tanaman, serta kebutuhan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Rutan Pangkep terus mendorong kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus dukungan terhadap aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di bidang ketahanan pangan.

Lebih dari sekadar aktivitas bercocok tanam, program ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi warga binaan untuk membangun etos kerja, memahami proses menghasilkan sesuatu secara mandiri, dan memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan masa pidana. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini