Niat Suci Selamatkan Teman, Bocah Kelas 6 SD Tewas Tenggelam di Kanal Tamalate
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Niat tulus seorang bocah kelas 6 Sekolah Dasar (SD) untuk menyelamatkan temannya justru berujung kehilangan nyawa. Tangis keluarga pecah ketika jasad korban ditemukan tak bernyawa di dasar kanal wilayah RT 02 RW 05, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Sabtu (14/02/2026) sekitar pukul 16.30 Wita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa memilukan itu bermula sekitar pukul 13.00 Wita. Korban bersama enam rekannya turun berenang di kanal yang saat itu dalam kondisi pasang. Debit air meningkat akibat cuaca yang tidak menentu, sementara arus mengalir deras ke bagian tengah.
Diduga, salah satu teman korban terseret arus lebih dulu. Melihat rekannya dalam bahaya, korban tanpa ragu mencoba memberi pertolongan. Namun arus yang kuat dan tenaga yang terbatas membuatnya kelelahan. Upaya heroik itu berakhir tragis ketika ia kehabisan napas dan tenggelam.
Kapolda Sulsel Datangi Rumah Duka, Fakta Penganiayaan Bripda Dirja Terbuka
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), personel Brimob, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar diterjunkan melakukan pencarian. Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas harus menyelam ke dasar kanal yang keruh dengan arus tidak stabil demi menemukan tubuh korban.
Beberapa jam kemudian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, buah hati pasangan Akbar dan Dg Rannu.
Di rumah duka, suasana haru tak terbendung. Isak tangis keluarga dan warga mengiringi kedatangan jenazah korban. Ayah korban mengaku baru mengetahui kabar duka tersebut saat sedang bekerja.
“Saya tidak tahu kejadian itu. Saya sedang bekerja dan baru dikabari sekitar pukul 16.30 Wita,” ungkap Akbar kepada matanusantara.co.id, dengan suara bergetar, Sabtu (14/02)
Heboh! Kasus Penganiayaan Anak di Maros Masuk Tahap P19, Berkas Dikirim ke JPU
Sebelum kejadian, korban diketahui tengah bermain PlayStation di Jalan Tanjung Malaka. Ajakan berenang dari teman-temannya menjadi awal tragedi yang tak pernah dibayangkan keluarga.
Sementara Ketua RW 05, Fadli M. Leo, S.H., S.I.Pem, yang turut hadir di rumah duka, menyampaikan belasungkawa sekaligus imbauan keras kepada para orang tua di wilayah sekitar kanal.
“Karena cuaca dalam kondisi tidak menentu, kadang hujan deras dan kadang tidak. Jadi saya minta untuk seluruh ortu yang bermukim di sekitar kanal supaya intens mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai kejadian lagi seperti ini,” tegasnya.
Pantauan matanusantara.co.id di lokasi menunjukkan warga terus berdatangan melayat. Doa-doa dipanjatkan, sementara kesedihan menyelimuti lingkungan sekitar.
Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka, tetapi menjadi pengingat keras tentang bahaya perairan terbuka tanpa pengawasan. Niat menolong yang lahir dari kepolosan seorang anak berakhir tragis, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga Tamalate. (RAM)

Tinggalkan Balasan