Ada Apa? Dikonfirmasi Soal Dugaan Sunat Kupon BBM, Samsuddin Pilih Ajak Bertemu di Kantor, Sumber: “Bulan Juli Dipotong 3 Kupon”
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Dugaan pemotongan kupon bahan bakar minyak (BBM) bagi armada kebersihan di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, kembali mencuat. Meski telah berulang kali menjadi sorotan publik dan viral melalui berbagai pemberitaan media online, sejumlah sumber menyebut praktik tersebut masih berlangsung hingga distribusi kupon bulan Juli 2026.
Informasi itu diperoleh Matanusantara.co.id dari sejumlah sumber yang mengaku mengetahui langsung mekanisme pembagian kupon BBM kepada sopir truk sampah maupun pengemudi armada Viar di wilayah Kecamatan Tamalate.
Salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa dugaan pengurangan kupon BBM kembali terjadi pada distribusi bulan Juli 2026.
“Praktik pemotongan di Kecamatan Tamalate tetap berlangsung meski sudah diviralkan lewat berita Matanusantara,” ujar sumber tersebut saat dihubungi, Jumat malam (7/8/2026).
Menurutnya, jumlah kupon yang diterima para petugas tidak sesuai dengan alokasi yang semestinya mereka peroleh berdasarkan jumlah hari operasional.
“Kalau lebih tanggal yang dipotong tiga per sopir. Jadi kalau tanggal di kalender 31, sopir sampah harusnya terima 31 lembar kupon dan Viar 16 lembar, tapi mereka hanya menerima sebanyak 28 dan 13,” bebernya.
Apabila keterangan tersebut benar, maka dugaan selisih kupon BBM yang selama ini dipersoalkan para petugas kebersihan disebut masih berlanjut hingga distribusi Juli 2026.
Keterangan serupa juga disampaikan sumber lain berinisial W. Ia mengaku tidak terkejut jika dugaan pemotongan kupon BBM kembali mencuat karena persoalan tersebut disebut telah berlangsung cukup lama.
“Menurut informasi, bukan kali pertamanya diviralkan terkait praktik pemotongan ini. Hingga saat ini belum ada wartawan yang berhasil menumbangkan atau memberhentikan praktik itu,” kata W kepada Matanusantara.co.id, Sabtu (8/8/2026).
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim redaksi melakukan konfirmasi kepada Kepala Seksi (Kasi) Kebersihan Kecamatan Tamalate, Samsuddin T.
Saat dihubungi, Samsuddin mengaku sedang berada di Kabupaten Bulukumba dan tengah menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat serta Polda Sulawesi Selatan.
“Saya di Bulukumba pak, sementara pemeriksaan di Inspektorat dan Polda,” singkatnya.
Samsuddin juga menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan klarifikasi terkait persoalan BBM melalui kanal Informasi Kota Makassar.
“Terkait BBM jadi sementara ini pemeriksaan pak dan saya sudah klarifikasi di Info Kota Makassar,” ungkapnya.
Namun ketika ditanya lebih lanjut mengenai informasi dugaan pemotongan tiga kupon pada distribusi Juli 2026, Samsuddin tidak memberikan tanggapan secara langsung. Ia justru mengajak tim redaksi untuk bertemu di kantor.
“Maaf saya sementara jalan dulu pak, nanti hari Senin kalau ada waktu ketemu di kantor camat,” tutupnya.
Sebelumnya, dugaan pemotongan kupon BBM di lingkungan Kecamatan Tamalate telah menuai perhatian berbagai pihak. Organisasi masyarakat Pandawa Pattingalloang Indonesia bahkan mendesak Inspektorat Kota Makassar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta aparat penegak hukum untuk melakukan audit investigatif terhadap distribusi kupon BBM armada kebersihan.
Ketua Umum (Ketum) Pandawa Pattingalloang Indonesia, Muhammad Jamil atau yang akrab disapa Emil, menilai polemik tersebut hanya dapat diselesaikan melalui pemeriksaan dokumen distribusi dan bukti penerimaan kupon secara terbuka.
Menurut Emil, apabila memang tidak ada persoalan dalam pendistribusian BBM, maka seluruh data penerima, bukti penyaluran, serta dokumen penggunaan BBM seharusnya dapat diperlihatkan kepada auditor maupun pihak yang berwenang.
Di sisi lain, Samsuddin sebelumnya telah membantah adanya pemotongan kupon BBM. Ia menegaskan bahwa selama ini tidak pernah terjadi pemotongan, melainkan pengalihan alokasi BBM dari kendaraan yang mengalami kerusakan kepada armada lain yang masih beroperasi.
“Selama ini kita di Kecamatan Tamalate itu tidak ada pemotongan, cuma biasa ada pengalihan BBM gara-gara ada yang rusak,” ujar Samsuddin dalam klarifikasinya kepada Matanusantara.co.id.
Meski demikian, sejumlah sumber yang diwawancarai redaksi tetap mengaku armada Viar seharusnya memperoleh alokasi 15 kupon atau setara 150 liter BBM per bulan. Namun dalam praktiknya, mereka mengklaim hanya menerima 13 kupon.
Apabila pengakuan tersebut benar, maka terdapat selisih kupon yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang guna memastikan apakah terjadi kesalahan administrasi, pengalihan distribusi, atau persoalan lain dalam mekanisme penyaluran BBM armada kebersihan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat hasil audit resmi yang dapat memastikan kebenaran klaim para sumber maupun bantahan yang disampaikan pihak Kecamatan Tamalate.
Matanusantara.co.id tetap membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (***)
- Audit Investigatif
- BBM Armada Kebersihan
- berita makassar
- DLH Makassar
- Dugaan Pemotongan BBM
- hak jawab
- Inspektorat Makassar
- Kebersihan Kota
- Kecamatan Tamalate
- Kota Makassar
- Kupon BBM
- Kupon Solar
- matanusantara
- Pandawa Pattingalloang Indonesia
- polda sulsel
- Samsuddin
- Sopir Sampah
- Tamalate
- transparansi anggaran
- Viar Kebersihan

Tinggalkan Balasan