AI Makin Dekat, Ancaman Siber Mengintai: Polres Luwu Bekali Pelajar dengan Literasi Digital
LUWU, MATANUSANTARA — Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini berkembang dari sekadar teknologi baru menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Di balik kemudahan dan peluang yang ditawarkan, muncul pula tantangan baru berupa penyalahgunaan teknologi, kejahatan siber, hingga persoalan etika di ruang digital.
Kondisi tersebut mendorong Polres Luwu mengambil langkah preventif dengan memperkuat literasi digital di kalangan pelajar.
Melalui Tim Trainer Paham Artificial Intelligence (AI), Polres Luwu memberikan edukasi kepada siswa SMK Negeri 2 Luwu mengenai pemanfaatan AI sekaligus pentingnya memahami keamanan siber.
Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi Program Quick Wins Presisi Triwulan III Tahun 2026 itu berlangsung di Laboratorium Komputer SMK Negeri 2 Luwu, Kelurahan Tampumia Radda, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Kamis (3/9/2026), mulai pukul 08.00 WITA.
Sebanyak 46 siswa mengikuti kegiatan yang dibuka IPTU Mochamad Ryan Kurniawan, S.Tr.K.
Bukan sekadar memperkenalkan teknologi, edukasi tersebut diarahkan untuk membangun cara pandang kritis pelajar terhadap AI. Siswa didorong memahami bahwa kecanggihan teknologi harus berjalan beriringan dengan kesadaran keamanan, etika, serta tanggung jawab pengguna.
Materi kejahatan siber (cyber crime) disampaikan Bripda Andi Afriza Dwi Alga, S.P. Dalam sesi tersebut, pelajar diberikan pemahaman mengenai ancaman yang dapat muncul ketika menggunakan ruang digital sekaligus pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi.
Sementara itu, Tim Trainer Paham AI Polres Luwu memberikan pemahaman mengenai konsep dasar AI, potensi pemanfaatannya, serta bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara bijak dan produktif.
Metode penyampaian dibuat interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti pretest dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan setelah kegiatan.
Sesi cerita interaktif turut digunakan untuk membuat pembelajaran lebih komunikatif sehingga materi mengenai AI dan keamanan digital dapat diterima siswa secara lebih mudah.
Tim Trainer Paham AI Polres Luwu yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas AKP Muhammad Ibnu Robbani, S.Tr.K., S.I.K., IPTU Mochamad Ryan Kurniawan, S.Tr.K., Briptu Hajar Aswad Aswad, S.H., M.H., Bripda Andi Afriza Dwi Alga, S.P., dan Bripda Muhammad Arham.
Penguatan literasi tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan AI oleh generasi muda. Kemampuan menggunakan teknologi saja tidak lagi cukup. Pelajar juga perlu memahami batas penggunaan, menjaga keamanan data, bersikap kritis terhadap informasi yang dihasilkan teknologi, serta mempertimbangkan aspek etika dalam pemanfaatannya.
Polres Luwu menempatkan edukasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini agar perkembangan teknologi tidak hanya melahirkan pengguna yang cakap, tetapi juga pengguna yang bertanggung jawab.
Dengan pemahaman mengenai AI dan keamanan siber, para pelajar diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung pendidikan, kreativitas, dan produktivitas tanpa mengabaikan risiko yang menyertainya.
Di era ketika AI mampu menghasilkan informasi dalam hitungan detik, kemampuan manusia untuk berpikir kritis, menjaga keamanan, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab justru menjadi semakin penting. (***)


Tinggalkan Balasan