Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital
Aneh !! DJP Sebut Gaji Pejabat Tetap Kena Pajak, Rosmauli: Dibayar Negara – Mata Nusantara
Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

Mata Nusantara

Akurat Tajam & Terpercaya

Aneh !! DJP Sebut Gaji Pejabat Tetap Kena Pajak, Rosmauli: Dibayar Negara

Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta, yang belakangan kembali jadi sorotan publik terkait isu gaji dan tunjangan anggota dewan. (Dok/Spesial/Googel/Matanusantara) Sabtu 30 Agustus 2025.

JAKARTA, MATANUSANTARA – Publik kembali dibuat geleng-geleng kepala soal keistimewaan pejabat negara. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memang menegaskan gaji dan tunjangan anggota DPR serta pejabat negara lain tetap dikenakan pajak penghasilan (PPh).

Namun, ada hal yang janggal, pajak tersebut ternyata dibayarkan oleh negara juga.

Hal iru disampaikan oleh Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli.

Ia memastikan isu bebas pajak yang viral di media sosial tidak benar.

“Pajak penghasilan anggota DPR tetap dibayarkan ke kas negara, tidak ada pembebasan pajak. Skema ini berlaku juga bagi pejabat negara, ASN, anggota TNI/Polri, dan hakim,” jelas Rosmauli melalui akun resmi @ditjenpajakri, Rabu (27/8).

Hanya saja, Rosmauli mengakui bahwa pemotongan pajak dilakukan langsung oleh bendahara negara.

Dengan mekanisme itu, para pejabat menerima gaji bersih setelah pajak, karena pajaknya sudah disetor negara.

Inilah yang menimbulkan pertanyaan besar di tengah publik, jika pajak penghasilan pejabat dibayar negara, bukankah uang yang digunakan tetap berasal dari rakyat melalui APBN? Maka, istilah “tetap kena pajak” terasa ganjil, sebab sejatinya pejabat tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk kewajiban pajaknya.

DJP juga mencoba membandingkan pola ini dengan dunia swasta, di mana perusahaan menanggung atau memberi tunjangan pajak bagi karyawan. Bedanya, uang perusahaan bukanlah uang rakyat.

Kritik publik makin tajam karena hal ini muncul bersamaan dengan sorotan terhadap besarnya tunjangan anggota DPR, termasuk tunjangan rumah yang mencapai Rp50 juta per bulan.

Maka wajar bila publik menilai pejabat mendapatkan “double privilege”: gaji dan tunjangan jumbo, sementara pajaknya pun ikut ditanggung negara.

Editor; Ramli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!