Baru Pimpin Rutan Makassar, Yohanes Langsung Tancap Gas: Zero Halinar dan Pungli
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Baru mengawali kepemimpinannya sebagai Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto langsung memasang standar tegas bagi jajaran pengamanan.
Pesan tersebut disampaikan saat Yohanes memberikan penguatan tugas dan fungsi kepada jajaran Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Makassar, Sabtu (29/8/2026).
Bagi Yohanes, pengamanan bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi utama dalam memastikan seluruh proses pemasyarakatan berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan.
Karena itu, jajaran KPR diminta tidak hanya disiplin menjalankan tugas, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, serta mampu mendeteksi dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban sejak dini.
Yohanes juga memberikan perhatian khusus terhadap agenda pemberantasan Halinar, yakni handphone, pungutan liar, dan narkoba di lingkungan Rutan.
Ia menegaskan tidak boleh ada ruang kompromi terhadap pelanggaran, termasuk apabila melibatkan oknum petugas.
“Pengamanan merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Seluruh jajaran KPR harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan, disiplin, dan koordinasi. Lebih lanjut, pemberantasan peredaran narkoba dan penyalahgunaan handphone di dalam Rutan menjadi prioritas. Tidak ada toleransi bagi siapa pun, termasuk petugas, yang terlibat Halinar. Apabila ditemukan keterlibatan petugas, akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Razia rutin maupun insidentil akan terus diperkuat untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban.” tegas Yohanes.
Selain memperketat pengamanan, Yohanes juga menggarisbawahi persoalan pelayanan kepada warga binaan dan tahanan.
Ia secara terbuka menyatakan komitmennya untuk membersihkan lingkungan Rutan Makassar dari praktik pungutan liar.
“Tidak boleh ada lagi pungli di Rutan. Seluruh jajaran wajib memberikan layanan pembinaan yang baik, profesional, dan sesuai dengan hak warga binaan serta tahanan. Ini merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan Rutan Makassar yang aman, tertib, bersih, dan humanis.”
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting pada awal kepemimpinannya.bSebab, menurutnya, keamanan dan pelayanan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Jajaran petugas dituntut mampu menjaga keamanan sekaligus memastikan hak-hak warga binaan dan tahanan tetap diberikan sesuai aturan.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Makassar, Romadlon, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menerjemahkan arahan Karutan ke dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
“Jajaran KPR siap menindaklanjuti arahan Karutan dengan memperkuat kedisiplinan, kesiapsiagaan, dan koordinasi di lapangan. Kami berkomitmen menjalankan tugas sesuai SOP serta memastikan keamanan dan ketertiban Rutan tetap terjaga secara optimal.” katanya
Penguatan tersebut menjadi langkah awal Yohanes Dias Sanyoto dalam membangun pola pengamanan yang lebih solid dan responsif.
Tidak hanya mengejar kondisi Rutan yang aman dan kondusif, tetapi juga membangun kultur kerja yang disiplin, berintegritas, profesional, serta bebas dari praktik yang dapat mencoreng institusi pemasyarakatan.
Pesannya jelas: keamanan diperketat, Halinar diberantas, pungli ditutup, dan petugas yang terbukti terlibat akan ditindak sesuai ketentuan.
Langkah awal kepemimpinan Yohanes kini menjadi komitmen yang harus diterjemahkan jajaran KPR dalam setiap pelaksanaan tugas.
Satu Komando, Satu Komitmen, Rutan Makassar Aman dan Kondusif. (**).

Tinggalkan Balasan