Bravo! Kejari Gowa Buktikan Pengabdian Tak Hanya Lewat Penegakan Hukum di HUT Kejaksaan ke-81
GOWA, MATANUSANTARA — Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 di Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa diisi dengan aksi kemanusiaan. Bersama Palang Merah Indonesia (PMI), jajaran Kejari Gowa menggelar donor darah sebagai bentuk kepedulian sekaligus pengabdian langsung kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi pesan bahwa pengabdian institusi Adhyaksa tidak berhenti pada pelaksanaan tugas penegakan hukum. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan darah, jajaran Kejari Gowa memilih menghadirkan kontribusi nyata melalui aksi kemanusiaan.
Kepada media, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gowa Bambang Dwi Murcolono hadir bersama Kasi Intel Kejari Gowa Andi Ardiaman, S.H., M.H., jajaran Kejari Gowa serta pengurus dan petugas PMI.
Bambang mengatakan, momentum Hari Lahir Kejaksaan tidak semestinya hanya dimaknai sebagai peringatan institusi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat.
“Peringatan Hari Lahir Kejaksaan bukan hanya menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam penegakan hukum, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat. Melalui donor darah ini, kami ingin berbagi dan memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Bambang.
Menurutnya, kebutuhan darah merupakan persoalan kemanusiaan yang menyangkut keselamatan pasien. Setiap darah yang disumbangkan dapat menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi medis.
Karena itu, Bambang berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan tambahan stok darah bagi PMI, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa donor darah merupakan bentuk solidaritas yang dapat dilakukan siapa saja.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada PMI, jajaran Kejari Gowa dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi.
“Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti dan dapat menjadi harapan bagi keselamatan orang lain. Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Semoga semangat kemanusiaan ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari pengabdian Kejaksaan kepada masyarakat,” tuturnya.
Aksi donor darah tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan humanis yang terus didorong dalam pelaksanaan pengabdian institusi Kejaksaan.
Penegakan hukum tetap menjadi mandat utama. Namun, kehadiran institusi di tengah masyarakat juga dituntut mampu membangun kepedulian dan memberikan manfaat konkret, termasuk melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Bagi Kejari Gowa, momentum Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 menjadi ruang untuk memperkuat dua sisi pengabdian tersebut: menjaga integritas dalam penegakan hukum sekaligus membangun kepedulian terhadap kemanusiaan.
Semangat itu diharapkan terus tumbuh di lingkungan Kejari Gowa dan menjadi bagian dari budaya kerja jajaran Adhyaksa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sebab pengabdian tidak selalu hadir di ruang sidang atau meja penegakan hukum. Terkadang, pengabdian hadir melalui setetes darah yang memberi harapan bagi kehidupan orang lain. (***).


Tinggalkan Balasan