MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Breaking News! King Ronal Bongkar Sobis Sidrap, Kini Muncul Sayembara Rp20 Juta: Siapa di Baliknya?

Tangkapan layar unggahan King Ronal yang memperlihatkan informasi sayembara Rp20 juta untuk menemukan keberadaannya serta unggahan lanjutan akun @Andiratus$ yang mengaku hanya menjalankan permintaan pihak lain. (Dok/Spesial/Matanusantara).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Satu demi satu potongan cerita mulai muncul. Setelah kreator YouTube King Ronal melalui akun @Kingronal21 mengangkat dugaan praktik penipuan daring yang dikenal dengan istilah passobis, kini beredar unggahan yang menawarkan Rp20 juta untuk menemukan keberadaannya.

Informasi itu bukan sekadar kabar yang beredar dari mulut ke mulut. King Ronal sendiri mengunggah tangkapan layar story akun @Andiratus$ yang memuat permintaan untuk menemukan seorang laki-laki yang disebut berasal dari Makassar.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menyatakan bersedia membayar Rp20 juta dan mencantumkan nomor WhatsApp.

“Mohon kerjasamanya Kalau ada mau dapatkan laki-laki ini Mohon diinfo sama saya dia orang Makassar saya bayar 20 juta kalau anda mau berangkat itu orang mau bawa sama nomor WA saya di bawah 085756121826,” demikian isi unggahan yang dibagikan King Ronal, Jumat (28/8/2026).

Sebab, setelah unggahan tersebut menjadi perhatian, akun @Andiratus$ kembali membuat pernyataan melalui story berikutnya.

Ia mengaku bukan pihak yang memiliki kepentingan langsung terhadap pencarian King Ronal. Menurut pengakuannya, dirinya hanya diminta seseorang untuk melakukan penyelidikan.

“saya cuma disuruh aja sama orang untuk selidiki itu orang baru dibayar 20 juta,” tulisnya.

Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan baru yang jauh lebih besar.

  • Siapa orang yang menyuruhnya?
  • Mengapa King Ronal harus dicari?
  • Apa kepentingan di balik tawaran Rp20 juta tersebut?
  • Dan yang tak kalah penting, benarkah uang Rp20 juta tersebut telah dibayarkan?

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat bukti independen yang dapat memastikan identitas pihak yang disebut sebagai pemberi perintah maupun memastikan adanya transaksi pembayaran sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut.

King Ronal Tak Panik

Alih-alih menunjukkan kepanikan, King Ronal justru merespons kabar tersebut dengan nada santai.

Melalui akun Instagram-nya, ia menulis,“Nanti aja bang cari saya nya, saya lagi sibuk main ikan Btw pasobis disana aman bang???” tulis King Ronal.

Sebab, tawaran Rp20 juta tersebut muncul ketika nama King Ronal tengah ramai setelah dirinya mengangkat dugaan praktik passobis melalui konten media sosial.

Sebelumnya, King Ronal melalui kontennya memperlihatkan upaya membongkar dugaan praktik penipuan daring atau passobis.

Konten tersebut mendapat perhatian warganet dan kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Sejumlah pengguna bahkan mendorong agar potongan video tersebut disebarluaskan melalui clipping dengan tujuan menjadi bahan edukasi bagi masyarakat mengenai bahaya penipuan daring.

King Ronal juga disebut berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti informasi yang diperolehnya.

Bukan hanya mengenai dugaan penipuan daring, tetapi juga mengenai siapa saja yang disebut berada di balik aktivitas tersebut dan bagaimana pola operasionalnya.

Muncul Akun Mengaku Mantan Pelaku. Pada Minggu (23/8/2026), muncul komentar dari akun @TassimbungTassimbung pada salah satu unggahan King Ronal.

Pemilik akun tersebut mengaku sebagai mantan pelaku passobis asal Sidrap.

Dalam komentarnya, ia menyampaikan sejumlah klaim mengenai aktivitas passobis, termasuk dugaan masih beroperasinya sejumlah base camp.

Akun tersebut juga mengklaim adanya setoran rutin kepada pihak tertentu dengan alasan keamanan.

Salah satu bagian komentar yang beredar berbunyi,”Jadi kami tiap minggu harus menyetor uang ke Polda demi keamanan kami semua di base camp itu.”

Tidak berhenti di situ, akun tersebut juga mengklaim adanya bantuan untuk memasang iklan berbayar di media sosial.

Namun, klaim ini belum terverifikasi secara independen.

Pernyataan seorang pengguna media sosial tidak dapat serta-merta dijadikan bukti adanya keterlibatan institusi atau personel kepolisian.

Jika klaim tersebut benar, pembuktiannya harus melalui penelusuran yang jauh lebih dalam, mulai dari transaksi keuangan, komunikasi, perangkat elektronik, rekening, hingga pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang disebut.

Sebaliknya, jika klaim tersebut tidak benar, maka pihak yang membuat tuduhan juga harus mampu mempertanggungjawabkan pernyataannya.

Benang Merah yang Belum Terjawab

Kini terdapat beberapa potongan informasi yang muncul dalam waktu berdekatan.

Pertama, King Ronal mengangkat dugaan praktik passobis.

Kedua, muncul pengakuan akun yang mengaku sebagai mantan pelaku dan membeberkan sejumlah klaim mengenai aktivitas passobis.

Ketiga, muncul unggahan yang menawarkan Rp20 juta untuk menemukan King Ronal.

Keempat, pemilik akun yang mengunggah sayembara kemudian mengaku hanya menjalankan permintaan seseorang.

Potongan-potongan ini belum cukup untuk menyimpulkan adanya hubungan sebab-akibat.

Namun secara jurnalistik, rangkaian tersebut layak dipertanyakan dan diverifikasi.

Sebab, apabila benar terdapat pihak yang memerintahkan pencarian terhadap King Ronal, maka identitas pihak tersebut dan motifnya menjadi informasi kunci.

  • Apakah pencarian itu hanya bertujuan meminta klarifikasi?
  • Apakah berkaitan dengan konten yang diunggah King Ronal?
  • Ataukah ada persoalan lain yang belum terbuka ke publik?

Semua pertanyaan itu masih membutuhkan jawaban.

Bukan Sekadar Soal Rp20 Juta

Nilai Rp20 juta dalam unggahan tersebut bukan satu-satunya hal yang menjadi sorotan.

Yang lebih penting adalah siapa yang berada di belakang permintaan tersebut.

Pengakuan @Andiratus$ bahwa dirinya hanya “disuruh” justru membuka lapisan baru dalam persoalan ini.

Jika benar ia mendapatkan perintah dari pihak lain, maka pihak yang memberi perintah menjadi mata rantai yang perlu ditelusuri.

Namun, tanpa bukti tambahan, media tidak dapat menyimpulkan siapa pihak tersebut ataupun motifnya.

Begitu pula dengan seluruh klaim mengenai passobis dan dugaan setoran kepada pihak tertentu. Semuanya masih berada pada level klaim media sosial sampai ada bukti dan verifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Publik Menunggu Jawaban

Perkembangan terbaru ini membuat kasus tersebut tidak lagi hanya menjadi perang konten di media sosial.

Ada sejumlah pertanyaan yang kini terbuka.

Siapa yang meminta King Ronal dicari?

Mengapa imbalannya Rp20 juta?

Siapa yang pertama kali menawarkan uang tersebut?

Apakah benar pembayaran Rp20 juta telah terjadi?

Apa kaitannya dengan konten King Ronal mengenai dugaan Sobis?

Dan apabila seluruh rangkaian informasi tersebut ternyata berkaitan, siapa yang sebenarnya paling berkepentingan agar King Ronal ditemukan?

Sampai seluruh pertanyaan itu terjawab melalui bukti dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait, informasi mengenai sayembara Rp20 juta maupun klaim seputar aktivitas passobis harus diperlakukan sebagai informasi yang masih dalam proses verifikasi, bukan sebagai fakta hukum yang telah terbukti.

Satu hal yang kini jelas: King Ronal mengaku membongkar dugaan Sobis, lalu muncul sayembara Rp20 juta untuk mencarinya. Siapa yang berada di balik pencarian itu masih menjadi tanda tanya besar. (***).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini