MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Breaking News: Sengketa Lahan Berdarah di Panakkukang, Empat Terluka, Motor KLX Dibakar

Personel Polsek Panakkukang bersama aparat gabungan melakukan pengamanan di lokasi bentrokan yang diduga dipicu sengketa lahan di Jalan Prof. Dr. Abdurahman Basalamah, Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Minggu (26/7/2026). Insiden tersebut mengakibatkan empat orang terluka, satu sepeda motor terbakar, serta sejumlah kendaraan mengalami kerusakan. Foto: Istimewa/Matanusantara.co.id/Chatgpt

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Bentrokan antar dua kelompok yang diduga dipicu sengketa lahan pecah di Jalan Prof. Dr. Abdurahman Basalamah, Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Minggu (26/7/2026). Insiden tersebut mengakibatkan empat orang terluka akibat terkena busur, satu sepeda motor dibakar, serta sejumlah kendaraan lainnya mengalami kerusakan.

Berdasarkan konfirmasi awak media, Kapolsek Panakkukang, Kompol Hj. Ema Ratna AR, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan seluruh korban saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina dan memastikan tidak ada korban jiwa.

“Empat orang mengalami luka dan dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina. Tidak ada korban jiwa. Saat ini situasi di lokasi sudah aman dan kondusif,” ujar Kompol Ema Ratna.

Berdasarkan keterangan kepolisian, bentrokan bermula sekitar pukul 14.15 Wita ketika sekitar 50 orang datang dari arah Jalan Racing Center menuju lokasi lahan yang tengah disengketakan. Kelompok tersebut diduga menyerang warga yang berjaga di area tersebut.

Mendapat laporan, personel Polsek Panakkukang yang dipimpin Kanit Intelkam AKP Sukarman bersama Panit Resmob Ipda Muhammad Ikbal segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus berupaya melerai kedua kelompok.

Namun, situasi terus memanas. Kedua kubu terlibat aksi saling serang menggunakan busur, parang, balok kayu, batu hingga potongan atap seng. Kelompok yang berada di lokasi sengketa sempat mundur ke arah Jembatan Jalan Abdullah Daeng Sirua sebelum akhirnya dipukul mundur oleh kelompok lawan.

Selain menimbulkan korban luka, bentrokan juga menyebabkan kerusakan pada satu unit mobil Toyota Calya bernomor polisi DD 1016 LP, empat sepeda motor dirusak, dan satu unit sepeda motor Honda KLX dibakar di lokasi kejadian.

Sekitar pukul 15.00 Wita, Kapolsek Panakkukang bersama Kanit Reskrim Iptu Uji Mugni dan personel gabungan tiba untuk memperkuat pengamanan. Aparat kembali mengimbau kedua kelompok menghentikan aksi kekerasan hingga situasi berangsur kondusif sekitar pukul 15.50 Wita. Hingga pukul 16.30 Wita, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali.

Empat korban yang mengalami luka masing-masing bernama Firman (30), Ibnu Sahid (21), Muhammad Awaluddin Arfan (25), dan Rian (22). Seluruhnya mengalami luka akibat terkena anak busur dan masih menjalani perawatan medis.

Hasil pendataan kepolisian menyebutkan bentrokan diduga dipicu sengketa kepemilikan lahan antara pihak yang disebut sebagai Robert dengan ahli waris Solo Bin Budu. Perselisihan tersebut dikabarkan telah berlangsung sekitar satu tahun dan hingga kini belum menemukan penyelesaian.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini