Buta Huruf Jadi Fokus Pembinaan, Rutan Makassar Bangun Harapan Baru Warga Binaan
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui program pembelajaran membaca dan menulis yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, Rabu (1/7/2026). Program tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
Dibalik tembok rumah tahanan, sejumlah warga binaan yang sebelumnya belum lancar membaca dan menulis kini mulai berani belajar mengenal huruf, merangkai kata, hingga memahami bacaan sederhana. Pembinaan literasi itu tidak hanya menjadi sarana pendidikan dasar, tetapi juga membuka ruang perubahan bagi warga binaan untuk memperbaiki masa depan mereka.
Kegiatan pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan pendampingan petugas dan pembina. Warga binaan dibimbing menguasai kemampuan dasar membaca dan menulis sebagai bekal penting dalam menjalani kehidupan sosial maupun dunia kerja setelah bebas nantinya.
Selain meningkatkan kemampuan literasi, program tersebut juga diarahkan untuk membangun rasa percaya diri, menumbuhkan semangat belajar, serta memulihkan mental warga binaan agar memiliki motivasi menjalani hidup secara lebih positif.
Salah seorang warga binaan mengaku program itu menjadi pengalaman berharga yang mengubah cara pandangnya terhadap pendidikan dan masa depan.
“Dulu saya belum lancar membaca dan menulis. Sekarang saya mulai berani belajar, memahami banyak hal, dan semakin yakin bahwa saya masih punya kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Pihak menilai pembinaan literasi memiliki dampak besar dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Kemampuan membaca dan menulis dinilai menjadi dasar penting untuk membuka akses pengetahuan, meningkatkan pola pikir, serta membangun kesadaran diri.
Program pembelajaran tersebut juga menjadi bentuk nyata komitmen Rutan Makassar dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga binaan, khususnya dalam bidang pendidikan.
Melalui pembinaan literasi itu, Rutan Makassar berharap warga binaan memiliki bekal pengetahuan dan mental yang lebih baik saat kembali ke masyarakat, sehingga mampu menjalani kehidupan secara produktif, mandiri, dan bertanggung jawab.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan program pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup warga binaan secara berkelanjutan. (**)

Tinggalkan Balasan