Dankodaeral VI dan Pertamina Sulawesi Perkuat Benteng Pengamanan Energi Nasional
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Penguatan ketahanan energi nasional kembali menjadi fokus perhatian di kawasan timur Indonesia. Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., melakukan kunjungan kerja strategis ke kantor PT Pertamina Patra Niaga dan bertemu langsung dengan Executive General Manager (EGM) Regional Sulawesi, Deny Sukendar, guna memperkuat sinergi pengamanan distribusi energi serta objek vital nasional yang berada di wilayah perairan Sulawesi.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda Nomor 1 Makassar, Selasa (9/6/2026), tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi antarlembaga. Di balik pertemuan tersebut, tersirat komitmen bersama untuk memastikan rantai distribusi energi nasional tetap aman, stabil, dan terlindungi dari berbagai potensi gangguan yang dapat mengancam kepentingan masyarakat maupun negara.
Sebagai wilayah kepulauan dengan jalur distribusi energi yang sebagian besar bergantung pada transportasi laut, Sulawesi memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas. Karena itu, kolaborasi antara unsur pertahanan negara dan penyedia energi nasional dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Dalam pertemuan tersebut, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menegaskan bahwa TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral VI siap berada di garis depan dalam mendukung pengamanan objek vital nasional sektor energi, khususnya yang berada pada jalur-jalur maritim.
“Kelancaran pasokan energi merupakan urat nadi perekonomian dan pertahanan negara yang harus dijaga bersama demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Dankodaeral VI, keamanan distribusi energi tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut stabilitas nasional. Gangguan terhadap distribusi BBM dan gas berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap aktivitas industri, transportasi, pelayanan publik, hingga pertahanan negara.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar. Ia menilai dukungan TNI Angkatan Laut memiliki peran vital dalam menjaga keamanan jalur distribusi energi yang membentang di berbagai wilayah perairan Sulawesi.
“Sinergi operasional bersama TNI AL sangat krusial dalam memitigasi potensi gangguan keamanan pada jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas, baik di pelabuhan maupun perairan Sulawesi,” ujar Deny.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan distribusi energi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur dan logistik, tetapi juga bergantung pada terciptanya situasi keamanan yang kondusif. Oleh sebab itu, kerja sama yang erat dengan unsur pertahanan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan pasokan energi kepada masyarakat.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pengamanan jalur distribusi energi, perlindungan aset vital nasional, hingga penguatan koordinasi dalam menghadapi potensi ancaman di wilayah maritim.
Sebagai simbol eratnya hubungan kelembagaan, kedua pimpinan instansi melakukan pertukaran cinderamata. Momen tersebut menjadi representasi komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga kedaulatan maritim Indonesia di kawasan timur.
Turut mendampingi Dankodaeral VI dalam kunjungan tersebut antara lain Asintel Dankodaeral VI, Asops Dankodaeral VI, Dansatrol Kodaeral VI, dan Danpom Kodaeral VI. Sementara dari pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi hadir sejumlah pejabat dan staf yang terlibat dalam pengelolaan serta distribusi energi di wilayah Sulawesi.
Melalui pertemuan ini, Kodaeral VI dan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa keamanan energi merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi yang semakin kuat diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan di sektor energi sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara aman, lancar, dan berkelanjutan. (***)

Tinggalkan Balasan