MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Dari Gereja Katolik St. Petrus, Kapolres Luwu Gaungkan Toleransi sebagai Pilar Stabilitas Daerah

Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo bersama Pastor dan jajaran Dewan Paroki Gereja Katolik St. Petrus Padang Sappa usai melakukan dialog kebangsaan dan silaturahmi lintas iman di Kecamatan Ponrang, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat toleransi, persatuan, dan sinergi menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Luwu.

LUWU, MATANUSANTARA — Di tengah berbagai tantangan sosial yang kerap menguji persatuan bangsa, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., memilih membangun keamanan dari akar yang paling mendasar, yakni memperkuat persaudaraan dan merawat toleransi antarumat beragama.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi ke Gereja Katolik St. Petrus Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi membangun kedekatan emosional antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat kohesi kebangsaan di Kabupaten Luwu.

Kedatangan Kapolres disambut hangat Pastor Paroki Padang Sappa Pastor Oktovianus Tandilolo bersama jajaran Dewan Paroki. Hadir pula Sekretaris Dewan Paroki Cornelius Timang, Ketua I Dewan Paroki Markus Rappa, Ketua II Dewan Paroki Serma Mikael Pasesan, Kasat Binmas Polres Luwu AKP Petrus Sandalle, serta Kapolsek Ponrang IPTU Edy Syamsuri, S.Sos., M.Ap.

Dalam dialog yang berlangsung penuh keakraban, berbagai isu strategis terkait penguatan toleransi, peran tokoh agama dalam menjaga persatuan, hingga kolaborasi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif menjadi pembahasan utama.

AKBP Andrias menegaskan bahwa keberagaman bukan sekadar realitas sosial yang harus diterima, tetapi merupakan modal besar bangsa yang harus terus dirawat dan dijaga bersama.

Menurutnya, keamanan yang kokoh tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kuatnya hubungan sosial dan kepercayaan antarkelompok masyarakat.

“Silaturahmi ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk semakin mendekatkan Polri dengan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku. Sebagai bagian dari keluarga besar umat Katolik, saya juga merasakan kehangatan kebersamaan ini. Namun dalam kapasitas saya sebagai Kapolres, komitmen kami adalah melayani, mengayomi, dan melindungi seluruh masyarakat Kabupaten Luwu secara adil. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, merawat toleransi, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnyz.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari jajaran gereja yang menilai komunikasi dan kedekatan antara aparat keamanan dengan tokoh agama menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat yang majemuk.

Kebersamaan semakin terasa saat kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dalam suasana kekeluargaan. Sebelum santap bersama, Pastor Paroki memimpin doa yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kedamaian masyarakat Kabupaten Luwu, serta kesehatan dan kekuatan bagi Kapolres Luwu beserta seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Momen tersebut menjadi simbol bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat yang memisahkan, melainkan jembatan yang menghubungkan masyarakat dalam semangat persaudaraan, saling menghormati, dan gotong royong demi kepentingan bersama.

Di tengah dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks, sinergi antara Polri dan tokoh agama dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat sekaligus mencegah munculnya potensi konflik yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

Silaturahmi yang ditutup dengan sesi foto bersama itu menjadi penegasan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.

Dari ruang dialog yang sederhana di Gereja Katolik St. Petrus Padang Sappa, pesan tentang pentingnya persatuan, toleransi, dan kebersamaan kembali digaungkan sebagai fondasi utama mewujudkan Kabupaten Luwu yang aman, damai, dan harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini