Deteksi Dini Penyakit Menular Diperketat, Rutan Masamba Temukan Tiga WBP Terindikasi Sifilis dan Hepatitis B
MASAMBA, MATANUSANTARA — Upaya pencegahan penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara dan Puskesmas Cendana Putih untuk melakukan skrining kesehatan massal terhadap warga binaan, Sabtu (6/6/2026).
Sebanyak 125 warga binaan pemasyarakatan (WBP) menjalani pemeriksaan kesehatan terpadu yang meliputi Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV, pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS), Hepatitis B, serta skrining Tuberkulosis (TB). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini guna mengantisipasi potensi penyebaran penyakit di lingkungan hunian yang memiliki tingkat interaksi tinggi.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Rutan Masamba itu dibuka langsung oleh Kepala Rutan Masamba, Syamsul Bahri, dan dihadiri jajaran pelayanan tahanan, tenaga kesehatan Rutan, peserta magang, serta tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara dan Puskesmas Cendana Putih.
Dalam sambutannya, Syamsul Bahri menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga binaan yang wajib dipenuhi negara. Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala menjadi bagian penting dari upaya perlindungan kesehatan sekaligus pencegahan munculnya klaster penyakit menular di dalam rutan.
“Deteksi dini menjadi langkah penting agar potensi penyakit dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan medis dapat dilakukan secara tepat dan terukur,” ujarnya.
Dari total 125 peserta yang mengikuti pemeriksaan, sebanyak 121 orang merupakan warga binaan pria dan empat lainnya warga binaan wanita. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tenaga medis dari lintas instansi kesehatan.
Hasil skrining menunjukkan sebagian besar warga binaan berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Namun tim medis menemukan tiga kasus yang memerlukan tindak lanjut lebih lanjut, yakni dua warga binaan terindikasi sifilis dan satu warga binaan terindikasi Hepatitis B.
Temuan tersebut langsung menjadi perhatian petugas kesehatan untuk dilakukan pemantauan serta pemeriksaan lanjutan sesuai standar pelayanan medis. Langkah itu dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan warga binaan dapat ditangani secara tepat sekaligus mencegah risiko penularan kepada penghuni lainnya.
Selain pemeriksaan darah, tim medis juga melakukan pengambilan sampel dahak (sputum) terhadap empat warga binaan yang memenuhi kriteria skrining Tuberkulosis. Sampel tersebut telah dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pengujian lebih lanjut, sementara hasil resmi masih menunggu proses analisis.
Kepala Rutan (Karutan) Masamba menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara dan Puskesmas Cendana Putih guna memastikan seluruh warga binaan yang membutuhkan penanganan mendapatkan layanan kesehatan secara maksimal.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pelayanan kesehatan yang layak bagi seluruh warga binaan.
Skrining massal tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko kesehatan yang rutin dilakukan Rutan Masamba untuk mendeteksi berbagai penyakit sejak dini, khususnya penyakit menular yang berpotensi berkembang tanpa gejala pada tahap awal.
Melalui sinergi antara jajaran pemasyarakatan dan instansi kesehatan daerah, Rutan Masamba menegaskan komitmennya menjaga kualitas kesehatan warga binaan, memperkuat sistem pencegahan penyakit menular, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan