MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Dibalik Jeruji, Ada Keluarga Menunggu: Rutan Masamba Hadirkan Bantuan Sosial untuk WBP

Jajaran Rutan Kelas IIB Masamba menyerahkan bantuan sosial kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi program pemasyarakatan humanis yang menekankan nilai kemanusiaan serta kehadiran negara bagi masyarakat rentan.

MASAMBA, MATANUSANTARA — Di balik proses pembinaan warga binaan di dalam rumah tahanan, ada keluarga yang turut menanggung beban sosial dan ekonomi di luar tembok penjara. Kondisi itu menjadi perhatian serius Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba melalui penyaluran bantuan sosial kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Terbuka Rutan Masamba sejak pukul 10.00 WITA tersebut menjadi wujud nyata pendekatan pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan narapidana, tetapi juga menjangkau keluarga yang terdampak akibat proses hukum dan keterbatasan ekonomi.

Program itu merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia yang menekankan penguatan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kehadiran negara di tengah masyarakat rentan.

Penyaluran bantuan dipimpin langsung jajaran pejabat struktural Rutan Masamba, di antaranya Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Arman, S.H., serta Kepala Subseksi Pengelolaan, Hendra Setiawan, S.E., M.M.

Sebanyak sembilan keluarga WBP menerima paket bantuan sosial berupa sembako dan kebutuhan pokok untuk membantu menopang kebutuhan hidup sehari-hari.

Pihak rutan memastikan seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan seleksi guna menjamin bantuan tepat sasaran dan diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan perhatian.

Di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian keluarga warga binaan, bantuan tersebut menjadi simbol bahwa negara tidak menutup mata terhadap kondisi sosial yang muncul akibat proses pemasyarakatan.

Bagi sebagian keluarga WBP, kondisi kehilangan tulang punggung keluarga akibat menjalani masa pidana kerap memicu kesulitan ekonomi, tekanan psikologis, hingga stigma sosial di lingkungan sekitar.

Karena itu, kehadiran bantuan sosial dari Rutan Masamba dinilai bukan sekadar penyaluran sembako, tetapi juga bentuk empati dan penguatan moral agar keluarga warga binaan tetap mampu bertahan di tengah keterbatasan.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan wajah pemasyarakatan modern yang tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan dan pembinaan, tetapi juga menempatkan nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dalam pelayanan publik.

Suasana kegiatan berlangsung tertib, penuh kehangatan, dan sarat nuansa kekeluargaan hingga seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan.

Melalui kegiatan ini, Rutan Masamba kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada kepedulian sosial, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

“Kehadiran negara tidak boleh berhenti di balik jeruji. Keluarga warga binaan juga perlu mendapat perhatian agar tetap memiliki harapan dan kekuatan menghadapi kehidupan,” menjadi pesan kuat yang tercermin dalam kegiatan tersebut. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini