MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Dua Lansia Tewas Terjebak Kebakaran di Sambung Jawa, Penyebab Masih Diselidiki

Petugas Damkarmat Kota Makassar bersama BPBD mengevakuasi dua korban meninggal dunia usai kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kamis (23/7/2026).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (23/7/2026) malam. Musibah tersebut menghanguskan sedikitnya tiga rumah semi permanen dan menewaskan dua warga yang diduga tidak sempat menyelamatkan diri.

Kedua korban diketahui berinisial Nani dan Daeng Puji, yang merupakan warga lanjut usia. Keduanya diduga sedang berada di dalam rumah ketika kobaran api dengan cepat membesar hingga menguasai bangunan.

Pantauan Matanusantara.co.id di lokasi kejadian, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan pencarian terhadap korban.

Jenazah kedua korban berhasil dievakuasi sekitar 30 menit setelah kobaran api berhasil dikendalikan. Selanjutnya, kedua jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi.

Salah seorang penghuni rumah kos yang turut menjadi korban terdampak mengaku mendengar informasi bahwa kebakaran diduga dipicu oleh dua anak yang bermain korek api.

“Iye betul, kalau yang saya dengar pemicu kebakaran itu dua anak-anak bermain korek api,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia juga menuturkan bahwa saat kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 Wita, sebagian besar penghuni telah beristirahat sehingga kobaran api cepat membesar tanpa sempat disadari.

“Korbannya dua orang. Satu nenek, Daeng Puji, satunya lagi Nani. Banyak yang keliru menyebut cucunya, padahal bukan. Saya juga salah satu korban dalam kebakaran ini,” katanya.

Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya dua kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Hingga Jumat, para korban terdampak masih bertahan di lokasi penampungan sementara sambil menunggu bantuan lanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Fadli Wellang, A.P., M.Si., membenarkan adanya dua korban jiwa dalam insiden tersebut.

Namun, berbeda dengan informasi yang beredar di masyarakat, Fadli menyampaikan bahwa penyebab sementara kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

“Untuk sementara dugaan penyebab kebakaran adalah arus pendek atau korsleting listrik. Identitas kedua korban juga masih dalam proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Fadli.

Ia menjelaskan, dua ambulans BPBD dikerahkan untuk mengangkut jenazah ke RS Bhayangkara Makassar, sementara pihak keluarga turut mendampingi proses identifikasi.

Fadli juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah musim kemarau yang berisiko mempercepat penyebaran api.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan potensi penyebab kebakaran, baik instalasi listrik maupun sumber api lainnya, sehingga kejadian serupa dapat dicegah,” pungkasnya.

Catatan Redaksi: Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang. Keterangan mengenai dugaan penyebab yang disampaikan saksi dan pihak Damkarmat merupakan informasi yang berbeda dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini