Dukung Program Nasional, Lapas Narkotika Sungguminasa Perkuat Deteksi Dini Penyakit Melalui CKG dan Skrining TB
GOWA, MATANUSANTARA — Upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, produktif, dan berorientasi pada pemenuhan hak asasi manusia terus diperkuat Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis (TB) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di Indonesia itu merupakan bagian dari implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia, yang menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia.
Di lingkungan pemasyarakatan, program tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap warga binaan tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak, berkualitas, dan berkesinambungan selama menjalani masa pembinaan.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat layanan kesehatan di dalam lapas sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TB), yang hingga kini masih menjadi perhatian serius dalam program kesehatan nasional.
Tim kesehatan Lapas Narkotika Sungguminasa bersama tenaga kesehatan dari instansi terkait melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara menyeluruh, mulai dari pengecekan kondisi fisik hingga skrining Tuberkulosis sebagai langkah deteksi dini.
Pemeriksaan tersebut tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi kesehatan warga binaan saat ini, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mencegah potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan hunian yang memiliki tingkat interaksi tinggi.
Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, menegaskan bahwa kesehatan merupakan faktor fundamental dalam mendukung keberhasilan program pembinaan yang dijalankan di dalam lapas.
Menurutnya, warga binaan yang sehat akan lebih siap mengikuti berbagai program pembinaan kepribadian maupun kemandirian yang menjadi bekal penting saat kembali ke masyarakat.
“Melalui Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Tuberkulosis ini, kami ingin memastikan setiap warga binaan memperoleh hak atas pelayanan kesehatan yang layak. Kesehatan yang terjaga akan mendukung mereka mengikuti seluruh program pembinaan secara optimal. Kami juga berkomitmen mendukung penuh Program Hasil Terbaik Cepat Presiden melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Gunawan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pemasyarakatan modern yang menempatkan pembinaan sebagai proses pemulihan dan pemberdayaan warga binaan secara menyeluruh.
Karena itu, Lapas Narkotika Sungguminasa akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit, serta berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan terus meningkat.
Selain mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi preventif untuk menciptakan lingkungan lapas yang sehat, aman, dan kondusif bagi seluruh penghuni maupun petugas pemasyarakatan.
Dengan adanya pemeriksaan kesehatan rutin dan skrining penyakit menular, potensi gangguan kesehatan dapat teridentifikasi lebih awal sehingga penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, serta selaras dengan arah kebijakan nasional dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. (***)

Tinggalkan Balasan