Gelar Silaturahmi Bersama Insan Pers, Dandenpom XIV/4 Makassar Hadirkan Wartawan Senior 1989 sebagai Pembicara
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) XIV/4 Makassar, Letkol Cpm Ajumalahi, S.H., M.H., M.Tr.Mil., M.Han., menggelar silaturahmi bersama para wartawan yang bertugas di Kota Makassar, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Gajah Mada Madenpom XIV/4 Makassar itu menjadi wadah mempererat kemitraan, memperkuat komunikasi, serta membangun sinergi antara Denpom XIV/4 Makassar dan insan pers.
Dalam sambutannya, Dandenpom XIV/4 Makassar menyampaikan apresiasi kepada seluruh wartawan atas kontribusinya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara profesional, akurat, dan berimbang.
Pada kesempatan tersebut turut hadir seorang wartawan senior angkatan 1989 yang didaulat sebagai pembicara untuk berbagi pengalaman dan pandangannya mengenai dunia jurnalistik.
Menurut Dandenpom, media memiliki peran strategis sebagai mitra dalam menyebarluaskan informasi yang edukatif dan positif, khususnya terkait pelaksanaan tugas serta pengabdian Denpom XIV/4 Makassar kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi antara jajaran Denpom XIV/4 Makassar dengan insan pers. Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, diharapkan hubungan kemitraan yang telah terjalin semakin kuat sehingga mampu mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Makassar.
Dalam sesi pemaparan, wartawan senior angkatan 1989 menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan profesi jurnalistik. Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang yang memiliki kartu identitas (ID Card) media dapat disebut sebagai jurnalis.
“Jadi seseorang yang memiliki ID Card jurnalis tidak bisa disebut sebagai jurnalis jika dia tidak melakukan pekerjaan jurnalistik sebagaimana ketentuan dalam Undang-Undang Pers,” kata Ambang, Selasa (21/07)
Ambang juga menyoroti tantangan industri media pada 2026 yang dinilainya semakin berat akibat perubahan kebijakan platform digital, termasuk Google, yang berdampak pada pendapatan perusahaan media.
Sebagai gambaran, ia mengaku pernah merasakan masa ketika pendapatan media dari Google masih cukup besar.
“Pada masa itu, saya sebagai pimpinan redaksi masih merasakan penghasilan Google setiap bulan tembus hingga Rp14 juta,” ujar Ambang.
Diakhir penyampaiannya, ia berpesan kepada para jurnalis agar mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan industri media.
“Pesan saya sebagai jurnalis senior, agar teman-teman melakukan persiapan sebelum tiba masanya. Karena tiap orang ada masanya, tiap masa ada orangnya,” tutup Ambang
Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen untuk terus menjaga hubungan baik serta meningkatkan kerja sama yang konstruktif antara Denpom XIV/4 Makassar dan insan pers.
Diharapkan sinergi tersebut terus berlanjut dalam mendukung penyampaian informasi yang objektif, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.Catatan: Judul telah disesuaikan karena frasa “wartawan 1989” kurang jelas jika berdiri sendiri. Penggunaan “wartawan senior angkatan 1989” membuat konteksnya lebih mudah dipahami pembaca. (***)

Tinggalkan Balasan