MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Heboh! Istri Sah Oknum Pejabat BUMD Makassar Ngamuk Diduga Skandal Cinta Segitiga dengan Mantan LC

Ilustrasi oknum pejabat BUMD duduk santai menikmati suasana di tempat hiburan malam dan menatap sang istri sedang marah-marah ditempat umum (Dok/Spesial/AI/Matanusantara)

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Dugaan skandal asmara yang menyeret seorang petinggi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Makassar kembali menjadi perbincangan hangat. Seorang pejabat di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya berinisial ID diduga kembali terseret persoalan hubungan dengan seorang perempuan berinisial JC yang disebut-sebut merupakan mantan Lady Companion (LC) di salah satu tempat hiburan malam di Kota Makassar.

Kasus yang sebelumnya dikabarkan sempat mereda itu kini kembali mencuat setelah beredarnya informasi mengenai aksi seorang perempuan berinisial E, yang diduga merupakan istri sah pejabat tersebut, di sebuah Ruko tempat usaha laundry di kawasan Topaz Raya, Kecamatan Panakkukang, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Matanusantara.co.id dari sumber terpercaya, kedatangan E bersama beberapa anggota keluarganya diduga berkaitan dengan kecurigaan bahwa hubungan antara suaminya dan perempuan yang disebut-sebut sebagai orang ketiga masih berlangsung.

“Sekitar pukul 09.40 WITA mereka datang mencari perempuan yang diduga memiliki hubungan dengan suaminya. Informasinya, masalah ini sebenarnya pernah terungkap sebelumnya,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (11/8).

Menurut sumber tersebut, persoalan dugaan perselingkuhan itu bukan isu baru di lingkungan keluarga pejabat BUMD tersebut. Bahkan, kasus serupa disebut pernah menjadi konflik rumah tangga yang telah diselesaikan secara internal.

Namun, dugaan bahwa komunikasi dan hubungan keduanya masih berlanjut membuat ketegangan kembali memuncak.

“Yang saya dengar, persoalan ini sempat dianggap selesai. Tetapi belakangan muncul lagi dugaan hubungan yang masih berjalan sehingga memicu kemarahan istrinya,” lanjut sumber.

Tidak hanya mencari perempuan yang diduga menjadi pihak ketiga, E juga disebut meluapkan emosinya di lokasi. Sejumlah fasilitas usaha dikabarkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

“Informasinya ada CCTV dan beberapa barang yang rusak,” kata sumber.

Ditengah ramainya isu tersebut, sebuah video berdurasi sekitar 47 detik turut turut diterima redaksi melalui sumber tersebut.

Dalam rekaman itu terlihat seorang perempuan berhijab hitam melontarkan kemarahan dan sejumlah tudingan kepada perempuan yang diduga menjadi penyebab keretakan rumah tangganya.

Perempuan tersebut terdengar mengaku telah berulang kali memberikan peringatan. Ia juga menyebut persoalan serupa pernah terjadi sebelumnya namun diduga tidak membuat pihak yang dituding menghentikan hubungannya dengan sang suami.

Dalam video itu pula muncul tudingan bahwa perempuan yang dimaksud merupakan mantan pemandu karaoke yang pernah bekerja di salah satu tempat hiburan malam yang beroperasi di kawasan Hotel D’Maleo Makassar.

Meski demikian, hingga kini belum ada bukti yang dapat mengonfirmasi secara independen kebenaran seluruh tudingan yang muncul dalam video tersebut.

Terpisah, Oknum Direktur Umum PD Pasar Makassar Raya, H. Irfan Darmawang, yang dihubungi tidak memberikan bantahan maupun penjelasan terkait substansi dugaan yang beredar.

Sebaliknya, ia meminta awak media menghubungi istrinya secara langsung. “Saya tidak tahu. Nomornya istriku saja dicari. Kalau saya mau kasih klarifikasi, saya juga tidak paham persoalannya,” ujar Irfan melalui sambungan telepon.

Menariknya, saat proses konfirmasi berlangsung, Irfan juga menyatakan tidak mempermasalahkan apabila informasi tersebut dipublikasikan.

“Nah… iya. Itu mo, kalau mau kasi naik, tidak ada masalah,” ucapnya.

Dalam percakapan yang sama, Irfan mengaku sedang berada di kantor kepolisian dan menyebut terdapat laporan dugaan pengancaman yang sedang berproses.

“Saya lagi di Polres ini. Ada laporan pengancaman juga yang sementara jalan,” katanya.

Namun ketika ditanya apakah kedatangan istrinya ke lokasi usaha di kawasan Topaz Raya berkaitan dengan dugaan perselingkuhan yang beredar, Irfan kembali mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut.

“Itu saya tidak paham juga. Coba konfirmasi langsung ke istriku saja, yang bersangkutan langsung,” ujarnya.

Istri Enggan Merespons, Nomor Wartawan Diduga Diblokir

Upaya konfirmasi kepada E juga belum membuahkan hasil. Pesan WhatsApp yang dikirim redaksi tidak mendapat tanggapan meskipun akun yang bersangkutan terlihat aktif.

Beberapa saat setelah pesan dikirim, foto profil akun WhatsApp E tidak lagi terlihat. Tak lama kemudian, pesan yang dikirim wartawan hanya menunjukkan satu tanda centang, yang mengindikasikan nomor awak media diduga telah diblokir atau tidak lagi dapat menghubungi akun tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, perempuan berinisial JC yang disebut dalam berbagai tudingan juga belum memberikan keterangan resmi.

Sorotan Etika Pejabat Publik

Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan yang beredar, polemik ini telah memantik perhatian publik karena menyeret nama seorang pejabat perusahaan milik pemerintah daerah.

Sebagai pejabat publik, setiap tindakan maupun isu yang melekat pada dirinya kerap menjadi sorotan masyarakat karena berkaitan dengan integritas, etika, serta kepercayaan publik terhadap institusi yang dipimpinnya.

Karena itu, seluruh informasi yang berkembang dalam perkara ini masih harus diuji dan diklarifikasi secara menyeluruh. Asas praduga tak bersalah tetap wajib dikedepankan hingga terdapat fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Matanusantara.co.id membuka ruang hak jawab dan hak koreksi seluas-luasnya kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini