MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Kelas Lansia Ceria Lapas Maros Tegaskan Pembinaan Humanis Berbasis Hak

Warga binaan lansia Lapas Maros mengikuti rangkaian Kelas Lansia Ceria dengan suasana interaktif dan humanis.

MAROS, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Maros mempertegas arah pembinaan berbasis hak melalui implementasi program Kelas Lansia Ceria, sebuah inisiatif yang secara spesifik menyasar warga binaan lanjut usia dengan pendekatan adaptif, terukur, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Program ini tidak sekadar bersifat kegiatan rutin, melainkan dirancang sebagai intervensi pembinaan yang mempertimbangkan aspek biologis, psikologis, dan sosial warga binaan lansia. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dikemas secara sistematis melalui senam ringan terarah, pemeriksaan kesehatan dasar, penguatan motivasi, serta ruang interaksi sosial yang kondusif guna menjaga stabilitas emosional dan kualitas hidup peserta.

Petugas kesehatan Lapas Maros, dr. Tahria, menegaskan bahwa pendekatan terhadap warga binaan lansia harus berbasis diferensiasi perlakuan sesuai kebutuhan.

“Warga binaan lanjut usia memiliki kebutuhan yang tidak sama dengan warga binaan lainnya. Melalui Kelas Lansia Ceria, kami berupaya menghadirkan layanan yang lebih ramah, humanis, serta berorientasi pada pemenuhan hak dasar mereka,” jelasnya.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi paradigma pemasyarakatan yang menempatkan warga binaan sebagai subjek pembinaan, bukan sekadar objek penegakan hukum.

“Kami ingin memastikan seluruh warga binaan, termasuk para lansia, tetap mendapatkan perhatian, pelayanan, dan pembinaan yang layak selama menjalani masa pidana. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka tetap sehat, bahagia, dan memiliki semangat menjalani hari-hari ke depan,” ujarnya kepada media, Minggu (19/04/2026)

Secara empiris, pelaksanaan kegiatan menunjukkan tingkat keterlibatan yang tinggi dari peserta. Interaksi aktif antara warga binaan dan petugas menjadi indikator bahwa pendekatan humanis yang diterapkan mampu menciptakan ruang pembinaan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan individu.

Dalam perspektif sistem pemasyarakatan, Kelas Lansia Ceria merepresentasikan penguatan fungsi rehabilitatif yang selama ini menjadi pilar utama pembinaan. Program ini tidak hanya berkontribusi dalam menekan tingkat kejenuhan, tetapi juga berperan strategis dalam menjaga kesehatan mental serta membangun kembali rasa kebermaknaan hidup warga binaan lansia.

Keberlanjutan program direncanakan akan dilakukan secara periodik dengan skema evaluasi berbasis kebutuhan, sebagai bagian dari upaya institusional untuk memastikan kualitas layanan pembinaan tetap akuntabel dan berstandar. Langkah ini sejalan dengan agenda reformasi pemasyarakatan yang menitikberatkan pada prinsip keadilan, inklusivitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini