MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Memanas!! Pasca Kematian Rafli: Ratusan Personel Gabungan Lakukan Pengamanan, Warga Teriak “Polisi Pembunuh”

Ratusan personel gabungan melakukan pengamanan di kawasan Kandea, Makassar, pasca kematian Rafli dan bentrokan antarkelompok warga. (Dok/Spesial/Matanusantara).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Situasi di kawasan Kandea, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memanas pasca kematian Rafli yang diduga tewas dalam peristiwa tawuran antarkelompok di kawasan Lorong Almarkaz, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.

Berdasarkan pantauan tim redaksi Matanusantara.co.id, pada Minggu malam, (28/09) sekitar pukul 22.30 wita, ratusan personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengamanan di kawasan tersebut. Penjagaan dilakukan setelah situasi memanas menyusul informasi mengenai kematian Rafli yang disebut diduga akibat tembakan oknum polisi.

Ketegangan sempat terjadi antara petugas dengan sejumlah warga yang berada di lokasi. Sebagian warga yang diduga merupakan keluarga almarhum terlihat menyampaikan kemarahan kepada aparat kepolisian yang melakukan penjagaan.

Dalam rekaman dokumentasi warga yang diterima redaksi, terdengar sejumlah warga meneriaki anggota kepolisian.

“Wow!, Polisi Pembunuh, Polisi Pembunuh, Huuuh,” teriak seorang warga yang belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, sejumlah personel kepolisian terlihat berupaya meredam situasi agar tidak berkembang menjadi kericuhan. Salah satunya Iptu Fadly, yang disebut sebagai salah satu komandan Satuan Brimob Polda Sulsel, meminta warga tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

Di tengah situasi tersebut, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana juga terlihat hadir di lokasi dan memantau langsung kondisi keamanan di tengah masyarakat.

Di lokasi, Kapolsek Bontoala Kompol Abdul Hamid bersama personelnya turut berada di lokasi melakukan pengamanan. Kapolsek Tallo AKP Asfada, S.E., M.H. bersama jajarannya juga terlihat berada di lokasi.

Pengamanan tersebut dilakukan setelah sebelumnya terjadi bentrokan atau tawuran antarkelompok yang melibatkan warga Kandea III dan warga Baraya.

Dalam situasi tersebut, salah satu warga yang dikonfirmasi menyatakan petugas mengamankan sejumlah warga yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Betul ada beberapa orang yang diamankan,” kata seorang petugas di lokasi.

Informasi tersebut diperkuat oleh petugas lain yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menyebut terdapat empat orang yang diamankan dan kemudian dibawa ke Polsek Tallo.

“Iya. Kalau tidak salah ada 4 orang yang diamankan, kini sudah diamankan ke Polsek Tallo,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, situasi di kawasan Kandea masih dalam pemantauan aparat kepolisian. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kembali terjadinya bentrokan maupun gangguan keamanan lainnya.

Sementara itu, dugaan keterlibatan oknum polisi dalam kematian Rafli masih memerlukan penjelasan dan pendalaman resmi dari pihak berwenang. Status pihak-pihak yang diamankan serta keterkaitannya dengan peristiwa tawuran juga masih menunggu keterangan resmi kepolisian.

Matanusantara.co.id terus berupaya memperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi kematian Rafli, dugaan penggunaan senjata api, proses pengamanan sejumlah warga, serta langkah penyelidikan yang dilakukan atas rangkaian peristiwa tersebut. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini