MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Momen Penutupan Trabhara Jejal Part 2 Jadi Perpisahan Berkesan AKBP Adnan Pandibu di Bumi Sawerigading

Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K. menyampaikan sambutan perpisahan pada malam penutupan One Day Trail Adventure Bhayangkara Jelajah Alam Luwu (Trabhara Jejal) Part 2 di Lapangan Andi Djemma, Belopa, Sabtu (18/7/2026).

LUWU, MATANUSANTARA — Puncak pelaksanaan One Day Trail Adventure Bhayangkara Jelajah Alam Luwu (Trabhara Jejal) Part 2 di Lapangan Andi Djemma, Belopa, Sabtu malam (18/7/2026), tidak hanya menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Luwu. Di balik kemeriahan ribuan rider, hiburan, dan pengundian doorprize, tersimpan momen yang penuh makna: perpisahan AKBP Adnan Pandibu sebagai Kapolres Luwu.

Event trail yang digagas langsung AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K. itu kembali mencetak sukses dengan menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah. Sejak pagi, para rider disuguhi lintasan alam khas Bumi Sawerigading yang memacu adrenalin sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Luwu.

Malam puncak berlangsung meriah. Penampilan DJ Tiara Mugy, dipandu MC Putri, mampu menghidupkan suasana hingga acara pengundian doorprize yang paling ditunggu peserta. Hadiah utama satu unit Kawasaki KLX 230, satu unit Kawasaki KLX 140, tiga unit Honda Revo, serta puluhan hadiah elektronik dan perlengkapan berkendara dibagikan secara terbuka oleh panitia.

Namun, kemeriahan itu seketika berubah menjadi suasana haru ketika AKBP Adnan Pandibu menyampaikan sambutan terakhirnya di hadapan ribuan rider dan masyarakat.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Luwu, Pemerintah Kabupaten Luwu, sponsor, komunitas trail, panitia, dan seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai program Polres Luwu.

“Keberhasilan Trabhara Jejal Part 2 bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan hasil kebersamaan, kolaborasi, dan dukungan semua pihak. Terima kasih atas kebersamaan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami selama bertugas di Kabupaten Luwu,” ujarnya.

AKBP Adnan juga mengungkapkan bahwa Trabhara Jejal Part 2 menjadi event trail terakhir yang dipimpinnya di Kabupaten Luwu. Hal itu seiring amanah baru yang diterimanya sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Sulawesi Selatan.

Tongkat estafet kepemimpinan Polres Luwu selanjutnya akan dilanjutkan oleh AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si.

Dengan nada emosional, AKBP Adnan mengaku Kabupaten Luwu telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya. Menurutnya, Luwu bukan sekadar tempat bertugas, tetapi daerah yang telah memberikan keluarga besar Polres Luwu begitu banyak kenangan, persaudaraan, dan dukungan yang tidak akan pernah dilupakan.

Suasana semakin mengharukan ketika ia berharap suatu saat nanti dapat kembali hadir apabila Trabhara Jejal Part 3 kembali digelar.

Namun, bukan lagi sebagai Kapolres Luwu.

Melainkan sebagai seorang rider yang ikut menikmati indahnya jalur-jalur alam Luwu bersama komunitas trail.

Ucapan tersebut langsung disambut tepuk tangan panjang dari ribuan peserta. Banyak rider tampak berdiri memberikan apresiasi sebagai bentuk penghormatan kepada sosok pemimpin yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat, aktif bersama komunitas otomotif, serta menjadikan olahraga trail sebagai sarana mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.

Selama memimpin Polres Luwu, AKBP Adnan Pandibu dikenal menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, mulai dari bakti sosial, pembinaan komunitas, hingga event olahraga berskala besar yang turut menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Kesuksesan Trabhara Jejal Part 2 menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan kegiatan yang aman, tertib, serta memberikan dampak positif bagi daerah.

Bagi ribuan rider yang hadir, Trabhara Jejal Part 2 bukan sekadar ajang menaklukkan lintasan ekstrem. Event ini menjadi momentum silaturahmi, persaudaraan, sekaligus saksi berakhirnya masa pengabdian seorang Kapolres yang meninggalkan kesan mendalam di Bumi Sawerigading.

Ketika lampu panggung mulai dipadamkan dan satu per satu rider meninggalkan Lapangan Andi Djemma, yang tersisa bukan hanya jejak ban di lintasan. Yang tertinggal adalah kenangan tentang seorang pemimpin yang berpamitan dengan cara paling sederhana—mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari setiap langkah pengabdiannya.

Trabhara Jejal Part 2 pun akan dikenang bukan hanya sebagai event trail terbesar di Kabupaten Luwu, tetapi juga sebagai penutup pengabdian AKBP Adnan Pandibu yang meninggalkan jejak kepemimpinan, kebersamaan, dan pengabdian yang membekas di hati masyarakat Bumi Sawerigading. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini