MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Ngopi Bareng KJNI Sulsel, Konsolidasi Gagasan dan Peran Media Menguat

Diskusi santai KJNI Sulsel bersama insan media dan tokoh masyarakat di Makassar.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Di tengah dinamika arus informasi yang kian kompleks, ruang-ruang dialog informal justru menjadi titik penting dalam merawat nalar publik. Hal ini tercermin dalam kegiatan ngopi bareng yang diinisiasi Ketua Komite Jurnalis Nusantara Independen (KJNI) Sulawesi Selatan, Aswar, bersama sejumlah insan pers dan tokoh masyarakat, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan forum konsolidasi gagasan yang mempertemukan perspektif media dengan realitas sosial yang berkembang di masyarakat.

Hadir dalam pertemuan tersebut Darmawansyah dan Muhammad Armansyah, yang turut memperkaya diskursus melalui pandangan kritis terhadap isu-isu sosial, pembangunan daerah, serta tantangan menjaga kualitas ruang informasi publik.

Dalam suasana diskusi yang cair namun substantif, para peserta menekankan pentingnya menjaga independensi pers, memperkuat integritas jurnalistik, serta memastikan informasi yang disampaikan tetap akurat, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Ketua KJNI Sulsel, Aswar, menegaskan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga keseimbangan demokrasi.

“Media memiliki posisi strategis dalam menyuarakan aspirasi masyarakat serta menjadi jembatan informasi antara publik dan para pemangku kepentingan,” ujarnya dikutip media ini, Minggu (26/04)

Ia juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi lintas sektor secara berkelanjutan, sebagai upaya memperkuat ekosistem informasi yang sehat dan kredibel.

Sementara itu, Darmawansyah dan Muhammad Armansyah memandang forum seperti ini sebagai ruang refleksi kolektif yang mampu mempertemukan idealisme media dengan kebutuhan riil masyarakat.

Menurut mereka, sinergi antara insan pers dan berbagai elemen sosial harus terus diperkuat agar media tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan publik.

Lebih jauh, kegiatan ini mencerminkan bahwa penguatan demokrasi tidak selalu lahir dari forum formal, tetapi juga dari ruang-ruang sederhana yang membuka dialog setara, kritis, dan konstruktif.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan komunikasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong peran media sebagai pilar utama dalam membangun kesadaran publik yang rasional dan berdaya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini