Nihil Narkoba, Rutan Masamba Tetap Geledah Tiga Kamar Bersama APH Usai Tes Urine
MASAMBA, MATANUSANTARA — Hasil tes urine terhadap 80 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan pegawai Rutan Kelas IIB Masamba dinyatakan nihil narkoba. Namun, hasil tersebut tidak menghentikan langkah pengawasan. Pada hari yang sama, Rutan Masamba bersama aparat penegak hukum (APH) langsung menggelar penggeledahan dan menemukan sejumlah benda yang tidak sesuai ketentuan, termasuk dua pisau dan dua obeng rakitan.
Tes urine digelar Selasa (15/9/2026) di Aula Rutan Masamba sejak pukul 09.30 hingga 10.30 Wita. Dari total 80 peserta, sebanyak 41 merupakan WBP dan 39 lainnya pegawai Rutan Masamba.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel dinyatakan nihil penggunaan narkoba dan zat adiktif lainnya. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini serta upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di lingkungan pemasyarakatan.
Meski hasil tes urine nihil, pengawasan tidak berhenti pada pemeriksaan narkotika. Rutan Masamba melanjutkan langkah preventif dengan operasi gabungan penggeledahan pada pukul 14.00 hingga 15.00 Wita.
Kegiatan tersebut dipimpin Pelaksana Harian Kepala Rutan Masamba, Arman, S.H., dengan melibatkan Kapolsek Mappedeceng bersama anggota, perwakilan Koramil 1403-11/Masamba, serta BNN Kota Palopo. Dari unsur internal, pejabat struktural, regu pengamanan, dan pegawai Rutan Masamba turut diterjunkan.
Sebelum menyisir kamar hunian, seluruh petugas mengikuti apel siaga dan pengarahan. Aspek keamanan, teknis pemeriksaan, serta etika penggeledahan menjadi bagian dari penekanan agar operasi berjalan tertib tanpa mengabaikan hak dan martabat WBP.
Petugas kemudian membagi diri ke sejumlah kelompok untuk melakukan pemeriksaan pada tiga kamar hunian yang menjadi sasaran, yakni Kamar Anggrek 4, Bougenville 3, dan Delima 10.
Dalam penggeledahan tersebut, petugas tidak menemukan narkotika berdasarkan daftar barang temuan yang disampaikan, tetapi menemukan sejumlah benda yang tidak sesuai ketentuan dan berpotensi digunakan untuk mengganggu keamanan.
Barang yang diamankan antara lain empat gelas kaca, tiga sendok besi, satu cakram besi, dua kaleng, dua batu, dua gunting kuku besi, dua pisau rakitan, dua obeng rakitan, empat alat cukur janggut, satu gunting besi, dua paku, dua hanger, empat potongan besi, serta tiga tongkat besi.
Seluruh barang tersebut kemudian diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa pengawasan di Rutan Masamba tidak hanya diarahkan pada indikasi penyalahgunaan narkoba. Pemeriksaan juga menyasar potensi gangguan keamanan melalui pengendalian barang-barang yang masuk dan berada di dalam kamar hunian.
Hasil tes urine yang nihil menjadi temuan penting dalam aspek pencegahan narkoba, sementara barang-barang hasil penggeledahan menjadi bagian lain dari pengawasan keamanan dan ketertiban. Dua langkah tersebut dilakukan dalam satu rangkaian penguatan deteksi dini dengan melibatkan unsur pemasyarakatan, BNN, kepolisian, dan TNI.
Sinergi lintas institusi tersebut sekaligus menjadi upaya Rutan Masamba menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap terkendali, mencegah masuk dan beredarnya barang terlarang, serta mempersempit ruang munculnya potensi gangguan keamanan dan ketertiban. (***).

Tinggalkan Balasan