MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Nyaris 50 Orang Terjaring! Temuan Petugas saat Razia Hotel dan Wisma Makassar Ungkap Dugaan Prostitusi

Keterangan : Petugas gabungan melakukan razia di sejumlah penginapan di Kota Makassar. Dalam operasi tersebut, 47 orang terjaring, sementara produk tisu antiseptik bermerek MagicPower turut menjadi perhatian setelah terlihat dalam dokumentasi pemeriksaan di salah satu kamar. (Dok/Spesial/Chatgpt/Matanusantara).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Operasi penjangkauan yang digelar Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar bersama tim gabungan di sejumlah hotel, wisma, dan tempat penginapan, Sabtu (31/10/2026) malam, menjaring 47 orang. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan sejumlah indikasi yang mengarah pada dugaan praktik prostitusi, sementara temuan tisu magic di salah satu hotel turut menjadi perhatian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari total 47 orang yang terjaring, tujuh orang terindikasi sebagai wanita tuna susila (WTS), sedangkan dua orang lainnya diduga berperan sebagai mucikari. Petugas juga mendata 38 orang yang tidak dapat menunjukkan bukti hubungan perkawinan sebagai pasangan suami istri.

Operasi tersebut menyasar sejumlah lokasi penginapan yang dinilai perlu mendapatkan pengawasan. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan kamar, pendataan identitas, serta asesmen awal terhadap orang-orang yang ditemukan di lokasi.

Perhatian terhadap pelaksanaan razia semakin meningkat setelah beredar video pemeriksaan petugas di salah satu kamar hotel. Dalam rekaman tersebut, petugas terlihat menemukan sejumlah barang, termasuk produk tisu khusus pria yang tampak menggunakan merek MagicPower, atau dikenal masyarakat sebagai tisu magic.

Temuan itu kemudian menjadi sorotan karena muncul dalam dokumentasi operasi penjangkauan. Meski demikian, keberadaan produk tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya praktik prostitusi ataupun tindak pidana tertentu. Konteks penemuan dan kaitannya dengan hasil pemeriksaan tetap memerlukan penjelasan resmi dari petugas yang berada di lokasi.

Dilansir dari pemberitaan, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menyampaikan bahwa penanganan terhadap warga yang terjaring mengedepankan pendekatan humanis. Langkah yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penertiban, tetapi juga mencakup pendataan, asesmen, pembinaan sosial, serta pelibatan keluarga.

Warga yang terindikasi sebagai WTS dan kelompok tuna susila lainnya akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pembinaan sosial. Mereka direncanakan dirujuk ke Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita (PPSKW) Mattirodeceng untuk mendapatkan rehabilitasi, pembinaan mental dan spiritual, serta pendampingan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, terhadap 38 orang yang tidak dapat menunjukkan status sebagai pasangan suami istri, Dinsos berencana memanggil keluarga masing-masing. Langkah tersebut ditempuh sebagai bagian dari pembinaan dan pengawasan sosial.

Selain penjangkauan, petugas juga memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan masyarakat, termasuk pencegahan HIV/AIDS. Edukasi dan akses layanan kesehatan menjadi bagian dari upaya pendampingan terhadap kelompok yang dinilai membutuhkan perhatian khusus.

Operasi tersebut melibatkan sejumlah unsur lintas instansi, di antaranya Polrestabes Makassar, Kodim 1408/BS-MKS, Satpol PP, Kesbangpol, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), serta perangkat daerah terkait.

Sebelum pelaksanaan operasi, tim gabungan terlebih dahulu mengikuti pengarahan di Balai Kota Makassar. Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Dinsos Andi Bukti Djufrie bersama I Nyoman Aria, Muh Zuhur, dan Masri.

Terjaringnya 47 orang dalam operasi tersebut kembali menyoroti pengawasan terhadap hotel, wisma, dan tempat penginapan di Kota Makassar. Publik juga menantikan penjelasan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan, termasuk konteks temuan tisu magic yang terlihat dalam video razia.

Penanganan terhadap seluruh orang yang terjaring diharapkan tetap dilakukan secara profesional, berdasarkan fakta hasil pemeriksaan, serta menjunjung tinggi hak dan martabat setiap individu. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini