Pengukuran Ulang Lahan Sengketa di Bone Berujung Bentrok, Warga Terluka Saat Gas Air Mata Ditembakkan
BONE, MATANUSANTARA — Suasana di Jalan Andi Pangeran, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, mendadak berubah mencekam saat pelaksanaan pengukuran ulang objek lahan sengketa berujung bentrokan antara warga dan aparat keamanan, Rabu (10/6/2026).
Ketegangan yang sejak pagi hari menyelimuti lokasi sengketa akhirnya pecah ketika tim pelaksana pengukuran dari Pengadilan Negeri tiba untuk melakukan pengukuran ulang terhadap objek sengketa yang mencakup sedikitnya 21 unit rumah.
Sejumlah warga yang menolak pelaksanaan kegiatan tersebut bertahan di lokasi dan menyampaikan keberatan mereka. Situasi yang awalnya diwarnai adu argumen kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong antara massa dan aparat yang melakukan pengamanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, suasana semakin tidak terkendali setelah terjadi pelemparan batu ke arah petugas. Bahkan, sejumlah benda yang diduga bom molotov dilaporkan turut dilemparkan saat bentrokan berlangsung.
Dalam kondisi yang terus memanas, aparat gabungan dari Polres Bone dan Brimob yang melakukan pengamanan akhirnya mengambil langkah pengendalian massa dengan melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan dan mencegah eskalasi yang lebih luas.
Dentuman tembakan gas air mata memicu kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah orang berlarian menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya berupaya mengevakuasi warga yang mengalami luka.
Akibat insiden tersebut, sedikitnya dua warga dilaporkan menjadi korban dan harus mendapatkan penanganan medis.
Salah seorang korban diketahui bernama Andi Arman yang mengalami luka di bagian pelipis kiri. Sementara korban lainnya, Abdul, mengalami luka serius pada bagian tangan kanan yang dilaporkan tembus akibat terkena proyektil saat kericuhan berlangsung.
Kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Informasi yang diperoleh dari lokasi menyebutkan Abdul direncanakan menjalani tindakan operasi akibat luka yang dialaminya.
Kericuhan ini menjadi babak terbaru dari sengketa lahan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat setempat. Objek sengketa yang melibatkan puluhan rumah tersebut diketahui telah lama menjadi polemik dan memicu penolakan dari sebagian warga yang terdampak.
Hingga Rabu sore, aparat keamanan masih disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan maupun gangguan keamanan lainnya.
Sementara itu, proses pendataan korban, identifikasi kerusakan, dan pengumpulan keterangan dari berbagai pihak masih terus dilakukan guna mengetahui secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan bentrokan tersebut.
Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti korban maupun kemungkinan adanya pihak lain yang mengalami luka dalam insiden tersebut. Pihak berwenang juga masih melakukan pendalaman terkait seluruh rangkaian kejadian yang memicu kericuhan saat pelaksanaan pengukuran ulang lahan sengketa.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya tensi konflik agraria yang melibatkan masyarakat dan pelaksanaan putusan hukum. Di tengah proses penyelesaian sengketa yang berlangsung, bentrokan yang menimbulkan korban menjadi catatan serius yang kini menyita perhatian publik di Kabupaten Bone. (***)

Tinggalkan Balasan