Sambut HUT ke-78 Polwan RI, Polwan Polres Luwu Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas dan Bijak Bermedia Sosial
LUWU, MATANUSANTARA — Menjelang Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia, Polwan Polres Luwu Polda Sulawesi Selatan memilih cara yang lebih dekat dengan generasi muda: masuk ke ruang-ruang pendidikan dan membangun kesadaran sejak dini.
Melalui program Police Goes to School, jajaran Polwan Polres Luwu hadir di SMP Negeri 1 Luwu, Senin (24/8/2026), untuk memberikan edukasi kepada para siswa mengenai keselamatan berlalu lintas sekaligus penggunaan media sosial secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab.
Kehadiran Polwan di lingkungan sekolah tidak sekadar menjadi agenda seremonial menyambut HUT ke-78 Polwan RI. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan preventif kepolisian dalam membangun kesadaran hukum dan karakter generasi muda sebelum mereka berhadapan dengan berbagai persoalan di ruang publik maupun ruang digital.
Didampingi Kanit Patroli Satlantas Polres Luwu, IPDA Utari Hara Pratiwi, para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia sekolah.
Pesan yang disampaikan menekankan bahwa keselamatan di jalan raya bukan hanya persoalan mematuhi rambu dan aturan. Lebih dari itu, disiplin berlalu lintas merupakan bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri sekaligus penghormatan terhadap pengguna jalan lainnya.
Edukasi kemudian diperluas ke ruang digital yang kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan pelajar.
Polwan Polres Luwu mengingatkan para siswa agar tidak menjadikan media sosial sebagai ruang bebas tanpa batas. Setiap informasi perlu disaring sebelum dipercaya dan disebarluaskan, sementara setiap komunikasi harus tetap memperhatikan etika serta dampaknya terhadap orang lain.
Para pelajar juga didorong untuk lebih berhati-hati dalam membuat maupun membagikan konten. Jejak digital yang ditinggalkan hari ini dapat menjadi bagian dari rekam aktivitas seseorang di kemudian hari.
Karena itu, kecakapan digital tidak cukup hanya dengan mampu menggunakan teknologi. Pelajar juga dituntut memiliki kemampuan memilah informasi, menjaga etika komunikasi, serta memahami konsekuensi dari setiap aktivitas di ruang digital.
Bagi Polwan Polres Luwu, pendekatan edukatif semacam ini menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih humanis antara kepolisian dan generasi muda.
Polwan tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau persoalan hukum. Mereka juga mengambil peran dalam mencegah persoalan tersebut melalui edukasi, komunikasi, dan penanaman kesadaran sejak dini.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan penting menjelang HUT ke-78 Polwan RI. Bahwa pengabdian bukan sekadar hadir ketika masalah muncul, melainkan mampu membaca tantangan sejak awal dan mengambil langkah pencegahan sebelum persoalan berkembang.
Dari ruang kelas, pesan keselamatan dan tanggung jawab itu ditanamkan. Dari generasi muda, diharapkan lahir budaya tertib berlalu lintas, cerdas bermedia sosial, serta semakin sadar terhadap konsekuensi setiap tindakan.
Polwan hadir bukan hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga untuk menanamkan kesadaran sebelum aturan itu dilanggar. (***)


Tinggalkan Balasan