MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Semarak Maulid Nabi di SDN Bungurasih, Belajar Akhlak Lewat Dongeng

Keluarga besar SDN Bungurasih mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diisi pawai dan dongeng bersama pendongeng nasional Kak Harris serta Boneka Ayis di Sidoarjo, Selasa (25/8/2026).

SIDOARJO, MATANUSANTARA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SD Negeri Bungurasih, Jalan Bungurasih Barat No. 156, Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berlangsung meriah, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti keluarga besar sekolah, mulai dari siswa, guru, orang tua hingga masyarakat sekitar.

Rangkaian acara diawali dengan pawai Maulid Nabi Muhammad SAW. Para siswa bersama guru dan orang tua berkeliling di sekitar wilayah Sidoarjo.

Pawai berlangsung penuh keceriaan. Selain menjadi bentuk kegembiraan memperingati Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara sekolah, keluarga dan masyarakat.

Setelah pawai, kegiatan dilanjutkan dengan acara yang tidak kalah menarik. Pendongeng nasional Kak Harris (Harris Rizki Akhiruddin) hadir bersama karakter boneka Ayis untuk menghibur sekaligus memberikan pesan pendidikan kepada para siswa.

Melalui dongeng, humor, permainan dan interaksi langsung, Kak Harris mengajak siswa mengenal keteladanan Nabi Muhammad SAW dengan cara yang mudah dipahami anak-anak.

Kehadiran Boneka Ayis langsung membuat suasana semakin ramai. Para siswa terlihat antusias mengikuti cerita dan permainan yang disampaikan.

Di balik hiburan tersebut, terdapat sejumlah pesan moral yang disampaikan kepada siswa. Di antaranya pentingnya berkata jujur, menyayangi teman, menghormati orang tua dan guru, membantu sesama serta membiasakan diri berbuat baik.

Salah satu siswa, Muhammad Rasya Pramudhana, mengaku senang dan bangga bisa bertemu langsung dengan Kak Harris.

“Saya sangat bangga bisa bertemu pendongeng nasional Kak Harris. Ayis juga lucu dan sangat menggemaskan.”»

Menurut para siswa, belajar tentang agama melalui dongeng membuat suasana menjadi lebih menyenangkan. Cerita dan karakter yang dekat dengan dunia anak juga membuat pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami.

Belajar Meneladani Rasulullah

Peringatan Maulid Nabi di SDN Bungurasih tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut juga digunakan untuk mengajak siswa menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Hal-hal sederhana seperti berkata jujur, bersikap sopan, menghormati guru, menyayangi teman, membantu orang lain, meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan tidak menyakiti sesama menjadi bagian dari nilai yang ditanamkan kepada siswa.

Pendekatan melalui dongeng dinilai relevan dengan dunia anak. Di tengah perkembangan teknologi dan semakin banyaknya informasi digital, cerita tetap dapat menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan pendidikan karakter.

Kehadiran Kak Harris bersama Boneka Ayis membuat pesan keagamaan disampaikan dengan suasana yang ringan dan menghibur. Anak-anak tidak hanya mendengarkan nasihat, tetapi juga ikut berinteraksi dan menikmati proses pembelajaran.

Bagi keluarga besar SDN Bungurasih, kegiatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan.

Nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan siswa di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

Pawai mempererat kebersamaan, dongeng menghadirkan keceriaan, sementara keteladanan Rasulullah SAW menjadi pesan utama yang diharapkan terus melekat dalam kehidupan para siswa.

Dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, SDN Bungurasih berupaya menanamkan karakter kepada generasi muda agar tumbuh menjadi anak-anak yang jujur, santun, peduli dan berakhlak mulia. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini