MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Usai Polda Jabar Bongkar SOBIS di Sulsel, Publik Ramai Ungkap Fakta-Fakta Baru

Ilustrasi aktivitas penipuan daring atau SOBIS/passobis yang menjadi sorotan setelah pengungkapan jaringan oleh Polda Jawa Barat di Sulawesi Selatan. (Dok/Spesial/AI/Matanusantara)

SIDRAP, MATANUSANTARA — Pengungkapan jaringan penipuan daring atau SOBIS/passobis di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat memicu perhatian publik terhadap dugaan aktivitas jaringan penipuan daring yang lebih luas.

Pasca-pengungkapan tersebut, sejumlah informasi bermunculan di ruang digital. Mulai dari konten kreator keamanan siber, komentar warganet, hingga beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang memuat berbagai klaim mengenai sosok yang disebut-sebut berada di balik aktivitas passobis.

Salah satu konten yang ikut menjadi sorotan berasal dari kreator YouTube King Ronal melalui akun @Kingronal21.

Dikutip dalam unggahan King Ronal yang kemudian menjadi sorotan pada Minggu, 23 Agustus 2026, muncul komentar dari akun @TassimbungTassimbung yang mengaku sebagai mantan pelaku passobis asal Sidrap.

Komentar tersebut memuat sejumlah klaim mengenai aktivitas passobis, termasuk dugaan keberadaan sejumlah base camp yang disebut masih beroperasi.

Akun tersebut juga mengklaim adanya setoran rutin kepada pihak tertentu dengan alasan keamanan.

Salah satu bagian komentar yang beredar menyebut“Jadi kami tiap minggu harus menyetor uang ke Polda demi keamanan kami semua di base camp itu.” tulisnya

Akun tersebut juga mengeklaim adanya bantuan untuk memasang iklan berbayar di media sosial.

Namun, klaim tersebut belum terverifikasi secara independen dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterlibatan aparat kepolisian.

Tudingan tersebut merupakan informasi serius yang membutuhkan pembuktian melalui proses hukum, termasuk penelusuran transaksi keuangan, komunikasi, perangkat elektronik, serta pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang disebut.

Tak hanya itu, dalam video yang diunggahnya, King Ronal memperlihatkan aksi membongkar kedok seorang terduga penipu online atau passobis.

Konten tersebut mendapat perhatian dari penonton. Sejumlah warganet bahkan mendorong agar video disebarluaskan melalui clipping untuk menjadi bahan edukasi mengenai bahaya penipuan daring.

King Ronal juga disebut tidak berhenti pada pengungkapan melalui media sosial. Ia disebut berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti informasi mengenai dugaan penipuan tersebut.

Langkah itu kemudian membuat konten King Ronal ikut menjadi bagian dari perhatian publik terhadap fenomena passobis yang berkembang di Sulawesi Selatan.

Tangkapan Layar WhatsApp Munculkan Istilah “Bos SOBIS”

Mengejutkannya, setelah pembahasan mengenai passobis ramai di media sosial, beredar pula tangkapan layar percakapan WhatsApp yang memuat klaim mengenai sosok yang disebut sebagai “bos SOBIS” di Sidrap.

Dalam percakapan tersebut, seseorang yang diklaim mengetahui aktivitas passobis menyebut terdapat sejumlah sosok yang disebut sebagai bos besar.

“Tissengni tu (tahu-lah) Sidrap bosku. Banyak bos besarnya kalau passobis,” demikian potongan percakapan yang beredar.

Percakapan itu juga memuat klaim mengenai seorang sosok yang disebut sering memberikan gift kepada penyanyi Syaqira DA7 ketika tampil di televisi.

Namun, identitas sosok yang dimaksud dan kebenaran klaim tersebut belum terverifikasi secara independen.

Oknum DPRD Sidrap Disebut

Bagian lain percakapan yang beredar kemudian memunculkan tudingan mengenai sosok yang disebut sebagai oknum anggota DPRD Sidrap.

“Tapi ada yang lebih parah bosku, bos sobis jadi anggota DPRD Sidrap.” tulisnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena membawa nama institusi legislatif daerah.

Namun, Matanusantara menegaskan bahwa pernyataan tersebut masih sebatas klaim dalam percakapan yang beredar.

Belum terdapat konfirmasi resmi yang membuktikan bahwa anggota DPRD Sidrap sebagaimana dimaksud memiliki keterlibatan dengan jaringan SOBIS.

Karena itu, identitas pihak yang disebut maupun kebenaran tudingan tersebut masih membutuhkan verifikasi dan klarifikasi.

Fakta Penindakan Polda Jabar

Di luar berbagai klaim di media sosial, pengungkapan jaringan penipuan daring oleh Polda Jabar merupakan fakta penegakan hukum yang telah diberitakan.

Dalam operasi di Sidrap, sekitar 20 orang diamankan dan 12 orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka diduga menjalankan penipuan melalui media sosial dengan modus menawarkan kendaraan dengan harga murah.

Calon korban kemudian diarahkan berkomunikasi melalui pesan pribadi hingga WhatsApp sebelum diminta melakukan transfer.

Penyidik juga menemukan penggunaan identitas palsu untuk meningkatkan kepercayaan korban.

Kasus tersebut memperlihatkan bahwa jaringan penipuan yang beroperasi dari Sidrap dapat menyasar korban yang berada di luar Sulawesi Selatan.

Fakta Baru atau Klaim yang Masih Menunggu Pembuktian?

Setelah pengungkapan Polda Jabar, publik kini tidak hanya mempertanyakan siapa operator yang telah diamankan.

Pertanyaan yang lebih besar mulai muncul.

  • Apakah terdapat struktur yang lebih luas di balik aktivitas passobis?
  • Siapa pengendalinya?
  • Bagaimana aliran uang berlangsung?
  • Siapa pemilik rekening yang digunakan?
  • Apakah masih terdapat base camp lain?
  • Dan apakah terdapat pihak lain yang selama ini memperoleh 
  • keuntungan dari aktivitas tersebut?

Termasuk klaim mengenai dugaan keterlibatan aparat maupun oknum anggota DPRD, seluruhnya perlu diuji melalui mekanisme hukum.

Tangkapan layar, komentar media sosial, maupun pengakuan seseorang dapat menjadi informasi awal, tetapi bukan pengganti alat bukti dalam proses penyidikan.

Karena itu, publik kini menunggu apakah pengungkapan Polda Jabar akan berkembang menjadi penyidikan yang lebih luas untuk mengurai struktur jaringan SOBIS di Sulawesi Selatan.

Sebab, jika jaringan tersebut memang memiliki struktur yang lebih besar, pengungkapan operator lapangan hanyalah satu bagian dari persoalan.

Pertanyaan terbesarnya tetap sama:

Siapa sebenarnya yang berada di balik jaringan SOBIS dan seberapa luas jaringan tersebut beroperasi?

Disclaimer: Informasi mengenai konten King Ronal, komentar akun @TassimbungTassimbung, tangkapan layar percakapan WhatsApp, serta klaim mengenai pihak tertentu bersumber dari konten publik dan pemberitaan yang beredar. Minggu, 23 Agustus 2026 merupakan tanggal ketika komentar pada unggahan King Ronal tersebut telah diberitakan/ditemukan dalam pemberitaan, bukan kepastian tanggal asli unggahan video King Ronal.

Matanusantara belum memverifikasi secara independen seluruh klaim yang beredar dan tidak menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu sebelum terdapat bukti serta keterangan resmi. Pihak-pihak yang disebut memiliki hak memberikan klarifikasi dan seluruh pihak tetap dijunjung berdasarkan asas praduga tak bersalah. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini