MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Balita Demam 39 Derajat Diduga Ditolak RSIA Sentosa Makassar, SOP Dipertanyakan

Ilustrasi pelayanan pasien anak di rumah sakit. Dugaan penolakan balita dengan demam 39 derajat di RSIA Sentosa Makassar memicu pertanyaan keluarga mengenai standar pelayanan dan SOP. (Dok/Spesial/Chatgpt/Matanusantara).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Ketika suhu tubuh seorang balita mencapai 39 derajat Celsius, keluarga tentu berharap mendapatkan pertolongan medis dengan cepat. Namun, pengalaman berbeda disebut dialami sebuah keluarga saat membawa balita tersebut ke RSIA Sentosa Makassar di Jalan Jenderal Sudirman.

Berdasarkan hasil wawancara Keluarga pasien, dia mengaku kecewa setelah anak yang sedang mengalami demam tinggi disebut tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana yang mereka harapkan ketika mendatangi unit gawat darurat rumah sakit tersebut.

Narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, keluarga membawa balita tersebut ke RSIA Sentosa Makassar untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

“Awalnya kami ke Rumah Sakit Sentosa untuk memeriksakan adik kami yang sedang demam tinggi, panasnya mencapai 39 derajat Celsius. Setibanya kami di UGD, justru kami tidak mendapatkan pelayanan yang baik atau tidak sesuai SOP RSIA Sentosa,” ujarnya dengan nada kecewa, dikutip media ini, Senin (24/08/2026).

Menurut keterangannya, pihak keluarga kemudian mendapat penjelasan bahwa tidak terdapat kamar kosong untuk pasien tersebut.

Namun, keluarga mengaku sempat melihat adanya kamar yang tampak kosong di lantai dua. Ketika hal tersebut dipertanyakan, pihak rumah sakit disebut menjelaskan bahwa kamar tersebut bukan diperuntukkan bagi pasien bayi atau anak, melainkan untuk pasien dewasa.

“Katanya tidak ada kamar kosong. Tetapi setelah saya mengecek di lantai dua masih ada kamar kosong. Pihak rumah sakit mengklaim ruangan tersebut bukan untuk perawatan bayi, melainkan untuk orang dewasa,” ungkapnya.

Keluarga juga mengaku mendapat penjelasan bahwa kondisi ibu pasien yang disebut sedang sakit menjadi salah satu alasan sehingga anak tersebut tidak dapat menjalani perawatan di rumah sakit.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan kekecewaan sekaligus pertanyaan dari pihak keluarga. Mereka mempertanyakan bagaimana prosedur pelayanan diterapkan ketika seorang pasien anak datang dengan kondisi demam tinggi dan membutuhkan pemeriksaan medis.

“Jangan ki membangun rumah sakit kalau tidak mau melayani. Kami datang karena kami sakit, kami butuh pelayanan karena kami ingin sembuh,” tegas narasumber.

Keluarga meminta instansi terkait turun tangan untuk memeriksa dugaan tersebut. Mereka berharap persoalan tersebut dapat ditelusuri secara objektif sehingga diketahui apakah pelayanan terhadap pasien telah berjalan sesuai ketentuan.

“Kami sangat berharap pihak yang terkait dapat memberikan sanksi atau tindakan tegas terhadap RSIA Sentosa Makassar agar ke depannya tidak ada lagi pasien yang merasa dirugikan oleh rumah sakit tersebut,” pungkasnya.

Dugaan penolakan pelayanan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran SOP. Sejumlah hal masih membutuhkan penjelasan dari pihak rumah sakit, termasuk kondisi pasien ketika tiba di unit gawat darurat, hasil asesmen tenaga medis, tindakan awal yang diberikan, ketersediaan tempat tidur, peruntukan kamar, serta prosedur pelayanan yang diterapkan.

Hingga berita ini disusun, tim redaksi berupaya mendapatkan klarifikasi manajemen RSIA Sentosa Makassar. Matanusantara memberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab secara utuh mengenai kronologi kejadian serta standar pelayanan yang diterapkan terhadap pasien tersebut.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan keluarga pasien. Redaksi tetap menjunjung asas keberimbangan dan praduga tak bersalah sampai terdapat penjelasan resmi dari pihak RSIA Sentosa Makassar maupun hasil pemeriksaan dari instansi yang berwenang. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini