Wajah Tampan Pelaku Pembunuhan di Mannuruki Makassar, Korban Tewas Digorok
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Warga Jalan Mannuruki 6 Lorong 1, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, digegerkan dengan peristiwa berdarah yang menewaskan seorang wanita muda di dalam kamar kos, Minggu (14/6/2026) malam.
Korban diketahui bernama Alda Nurul Alfia (25), seorang perempuan yang bekerja sebagai karyawan MBG. Ia ditemukan tidak bernyawa dengan luka gorok pada bagian leher di dalam kamar kos yang ditempatinya bersama sang suami.
Sementara pria yang kini diamankan aparat diketahui berinisial AR (25), yang bekerja sebagai cleaning service di salah satu kantor pemerintahan di Kota Makassar.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WITA. Warga sekitar awalnya mendengar suara pertengkaran dari dalam kamar kos sebelum situasi mendadak berubah mencekam.
Tidak lama kemudian, kabar adanya seorang perempuan meninggal dunia langsung menyebar dan membuat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.
Personel Polsek Tamalate bersama Tim Inafis Polrestabes Makassar bergerak cepat melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang untuk mensterilkan lokasi demi kepentingan penyelidikan.
Kapolsek Tamalate, Kompol H. Muh. Thamrin, SE, MM, langsung mengarahkan personel piket fungsi yang dipimpin Pawas Aiptu H. Elvadri, SH menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan masyarakat.
Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan sudah tergeletak di atas kasur dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka serius di bagian leher.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga insiden tersebut dipicu pertengkaran rumah tangga yang berujung aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian korban diduga sempat mengancam menggunakan badik. Namun situasi berubah ketika senjata tersebut direbut oleh pelaku hingga berujung pada aksi penggorokan yang menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.
“Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan langkah-langkah kepolisian. Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung dan pelaku sudah kita amankan bersama barang buktinya untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkap Kapolsek Tamalate.
Fakta mengejutkan lainnya muncul setelah kejadian. Tidak lama usai korban ditemukan tewas, pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut justru menyerahkan diri kepada aparat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar pukul 21.23 WITA, pria tersebut mendatangi Markas Yon A Pelopor sebelum akhirnya diserahkan kepada aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah penyerahan diri itu kini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian penyelidikan yang tengah didalami aparat penegak hukum.
Di lokasi kejadian, Tim Inafis Polrestabes Makassar melakukan pemeriksaan menyeluruh guna mengidentifikasi jejak, mengumpulkan barang bukti, serta mendokumentasikan seluruh kondisi TKP.
Selain itu, sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi turut dimintai keterangan untuk membantu penyidik mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi berdarah tersebut.
Kapolsek Tamalate menegaskan pihaknya bersama Satreskrim Polrestabes Makassar akan menangani perkara tersebut secara profesional dan transparan.
“Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan untuk menghindari pertanggungjawaban hukum. Kami akan terus bekerja untuk mengungkap seluruh fakta dalam perkara ini,” tegasnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif utama di balik pembunuhan tersebut, termasuk kronologi lengkap sebelum korban ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kos.
Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyidikan yang masih berlangsung.
Kasus ini menyita perhatian luas masyarakat Kota Makassar karena terjadi di kawasan padat penduduk dan meninggalkan banyak pertanyaan terkait detik-detik sebelum korban kehilangan nyawanya. (Ramadhan)

Tinggalkan Balasan