MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Kecamatan Bua Dijaga Ketat, Tokoh Masyarakat Apresiasi Tim UKL Polres Luwu Redam Potensi Bentrok

Patroli preventif Tim UKL Polres Luwu di Kecamatan Bua mendapat apresiasi tokoh masyarakat karena dinilai efektif meredam potensi gangguan keamanan dan aksi kekerasan jalanan.

LUWU, MATANUSANTARA — Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi bentrokan kelompok pemuda dan maraknya penggunaan senjata rakitan di jalanan, langkah preventif yang dilakukan Polres Luwu melalui pembentukan Tim UKL (Unit Kecil Lengkap) mulai menunjukkan dampak nyata di Kecamatan Bua.

Patroli gabungan yang rutin menyisir sejumlah titik rawan tidak lagi dipandang sekadar agenda pengamanan biasa. Kehadiran aparat berseragam hingga larut malam di sudut-sudut wilayah rawan kini menjadi simbol hadirnya negara dalam menjaga rasa aman masyarakat sebelum konflik benar-benar pecah di jalanan.

Situasi yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran perlahan berubah lebih terkendali. Warga mulai merasakan efek dari patroli intensif yang dilakukan personel gabungan Kompi 3 Batalyon D Pelopor, Polsek Bua, dan Samapta Polres Luwu.

Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Bua, Azhar M. Toputiri, menilai langkah cepat yang dilakukan Polres Luwu patut diapresiasi karena mampu meredam potensi gangguan keamanan sejak tahap awal.

“Kami mengapresiasi langkah preventif Polres Luwu melalui pembentukan Tim UKL dan patroli rutin di titik-titik rawan. Kehadiran personel di lapangan membuat masyarakat merasa lebih aman dan tenang,” ujar Azhar, Kamis (07/05/2026).

Menurutnya, patroli dialogis yang dilakukan aparat bukan hanya menghadirkan pengawasan, tetapi juga menciptakan tekanan psikologis terhadap kelompok-kelompok yang diduga hendak melakukan aksi kekerasan.

Di tengah situasi sosial yang rentan dipicu ego kelompok, provokasi media sosial, hingga pergaulan remaja yang tak terkontrol, kehadiran polisi di lapangan disebut menjadi pagar pertama sebelum konflik berubah menjadi tragedi berdarah.

“Kehadiran personel kepolisian secara rutin di tengah masyarakat tentu memberikan dampak positif, karena masyarakat merasa ada perhatian dan pengawasan dalam menjaga keamanan wilayah,” lanjutnya.

Azhar juga mengingatkan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Ia meminta para orang tua, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat ikut mengambil peran mengawasi aktivitas anak-anak muda agar tidak mudah terseret dalam lingkaran kekerasan jalanan.

Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa pembentukan Tim UKL merupakan strategi preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat, khususnya di wilayah yang dianggap rawan terjadi gangguan kamtibmas.

“Kami terus mengedepankan langkah pencegahan melalui patroli skala besar, patroli dialogis, serta penjagaan di sejumlah titik yang dianggap rawan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” tegas AKBP Adnan Pandibu.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Dalam patroli dan penyisiran yang dilakukan personel gabungan, aparat turut mengamankan sejumlah pemuda yang diduga hendak terlibat aksi perkelahian.

Tidak hanya itu, petugas juga menemukan dan mengamankan berbagai barang berbahaya berupa ketapel busur, parang, tombak, petasan rakitan, hingga sejumlah senjata tajam lainnya yang berpotensi digunakan dalam aksi kekerasan.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman gangguan keamanan bukan sekadar isu liar di tengah masyarakat, melainkan potensi nyata yang sewaktu-waktu dapat memicu korban apabila tidak dicegah sejak dini.

Karena itu, pola preventif yang diterapkan Polres Luwu dinilai menjadi langkah penting untuk memutus rantai kekerasan sebelum berkembang menjadi tindak pidana yang lebih besar.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terhasut informasi provokatif maupun ajakan yang dapat memecah situasi keamanan lingkungan.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tambahnya.

Di balik patroli malam yang terus digencarkan aparat, tersimpan pesan yang lebih besar: keamanan tidak lahir setelah darah tumpah di jalanan, tetapi dibangun sejak potensi konflik mulai tercium di tengah masyarakat. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini