Alasan Dibalik Keputusan Wilcox dan Berrada Pecat Amorim di Man United
MANCHESTER, MATANUSANTARA — Konfrontasi antara Ruben Amorim dan direktur sepakbola Jason Wilcox menjadi salah satu faktor utama pemecatan pelatih asal Portugal tersebut di Manchester United. Ledakan emosional terjadi saat Wilcox mengevaluasi evolusi tim, termasuk sistem 3-4-3 andalan Amorim.
Berdasarkan informasi yang dihimpun melalui lansiran Goal.com, Posisi Amorim disebut ‘tidak berkelanjutan’ karena pemain kesulitan memenuhi tuntutannya, sementara jendela transfer berlalu tanpa tambahan pemain sesuai taktiknya. Meski klub menginvestasikan banyak dana pada musim panas 2025, kebingungan tetap muncul di lapangan.
Amorim ingin membawa stabilitas dan arah tim, namun pendekatan keras kepala dan insistensi terhadap sistem tertentu menimbulkan perbedaan visi dengan dewan direksi. Pertemuan internal dengan Wilcox kemudian berubah menjadi ledakan emosional yang memperjelas ketegangan.
Keputusan akhir pemecatan diambil oleh chief executive Omar Berrada, yang diberitahu saat pertemuan dengan Wilcox. Barang-barang Amorim segera dikemas setelah keputusan resmi disampaikan.
Menurut The Sun, Amorim sendiri disebut sempat ingin meninggalkan klub dan sengaja melakukan sabotase diri untuk mempercepat kepergiannya. Hal ini memperkuat alasan manajemen bahwa pemecatan bukan hanya soal hasil pertandingan.
Wilcox dan Berrada menilai konflik internal dan kebingungan taktis menjadi ancaman bagi stabilitas tim, sehingga pemecatan diputuskan sebagai langkah strategis.
Manchester United menegaskan bahwa stabilitas, arah jelas, dan dukungan dewan direksi adalah prioritas utama, meski harus mengambil keputusan drastis terhadap manajer yang baru 14 bulan menangani klub.
Pemecatan Amorim menjadi contoh nyata bagaimana manajemen klub mengutamakan visi jangka panjang dibanding hasil jangka pendek, sekaligus menjaga kontrol internal tetap berjalan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan