Angka NIB Terus Melejit, Data Resmi Kementerian Bongkar Siapa Penguasa Nasional
JAKARTA, MATANUSANTARA — Ledakan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) nasional bukan lagi sekadar indikator pertumbuhan administrasi usaha. Data resmi Kementerian Investasi dan Hilirisasi melalui sistem Online Single Submission (OSS) memperlihatkan pergeseran mendasar dalam struktur kewirausahaan Indonesia.
Sepanjang periode 2021–2024, tercatat 10.647.982 NIB diterbitkan di seluruh Indonesia. Angka ini menegaskan bahwa reformasi perizinan telah membuka akses usaha secara masif, cepat, dan luas.
Namun yang lebih penting, data tersebut membongkar siapa sebenarnya penguasa NIB nasional.
Berdasarkan pantauan matanusantara.co.id melalui situs resmi oss.go.id yang dipublikasikan Senin, 1 Desember 2025, rekapitulasi OSS mencatat 6.501.441 NIB diterbitkan atas nama pelaku usaha perempuan, melampaui 4.146.541 NIB milik pelaku usaha laki-laki.
Fakta ini bukan sekadar statistik administratif. Ia merupakan penanda pergeseran ekonomi rakyat, di mana perempuan kini menjadi aktor dominan dalam penciptaan dan legalisasi usaha di Indonesia.
Dominasi tersebut paling kentara pada sektor usaha perorangan, yang menjadi tulang punggung ekonomi mikro dan kecil. Pada 2021, penerbitan NIB di sektor ini masih berada di angka 511.481. Empat tahun berselang, pada 2024, jumlahnya melonjak drastis menjadi 4.074.667 NIB.
Secara kumulatif, usaha perorangan menyumbang 10.493.722 NIB sepanjang 2021–2024. Dari jumlah itu, perempuan menguasai 6.466.776 NIB, sementara laki-laki tercatat 4.026.946 NIB.
Lonjakan ini menegaskan satu kesimpulan strategis: ekonomi mikro dan kecil Indonesia saat ini digerakkan oleh perempuan, bahkan di tengah tekanan global, inflasi, dan ketidakpastian ekonomi nasional.
Pada kategori Perseroan Terbatas (PT) Perorangan, tren peningkatan partisipasi perempuan juga terlihat konsisten. Jumlah NIB perempuan naik dari 436 pada 2021 menjadi 13.430 pada 2024, dengan total 34.665 NIB. Meski demikian, ketimpangan struktural masih nyata, karena laki-laki tetap mendominasi kategori ini dengan 119.595 NIB dari total 154.260 NIB.
Secara tahunan, akselerasi penerbitan NIB berlangsung tajam:
- 2021: 514.261 NIB
- 2022: 2.208.027 NIB
- 2023: 3.795.861 NIB
- 2024: 4.129.833 NIB
Deret angka ini menegaskan bahwa OSS berhasil membuka pintu usaha, tetapi sekaligus menjadi alarm kebijakan nasional. Kemudahan perizinan tidak boleh berhenti pada pencatatan administratif semata.
Tanpa perlindungan usaha, akses pembiayaan, pendampingan, dan kepastian keberlanjutan, dominasi perempuan dalam NIB berisiko menjadi keberhasilan semu di atas kertas, bukan kekuatan ekonomi riil yang berdaya tahan.
Dengan kata lain, inklusivitas kuantitatif telah tercapai. Tantangan berikutnya dan yang paling krusial adalah memastikan inklusivitas tersebut benar-benar menjelma menjadi kekuatan ekonomi nasional yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada pelaku usaha kecil. (RAM)
Sumber: oss.go.id

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan