Anjangsana Natal Oikumene Masuk Lapas, Negara Hadir di Balik Tembok Pemasyarakatan
SUNGGUMINASA, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa menjadi titik penting pelaksanaan kegiatan Anjangsana Natal Oikumene TNI, Polri, dan ASN Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Tahun 2025. Kegiatan ini menegaskan kehadiran negara tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam dimensi kemanusiaan dan pembinaan, Jumat (9/1/2026).
Anjangsana tersebut merupakan rangkaian resmi perayaan Natal Oikumene yang dilaksanakan berdasarkan surat Panitia Natal Oikumene TNI, Polri, dan ASN Kabupaten Gowa. Kehadiran lintas institusi ini disambut oleh jajaran Lapas Narkotika Sungguminasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Di balik tembok pengamanan, kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan inklusif. WBP beragama Nasrani dari berbagai latar belakang tampak antusias mengikuti rangkaian silaturahmi, doa bersama, serta penyampaian pesan iman dan motivasi. Momen ini menjadi ruang refleksi spiritual yang jarang terjadi di lingkungan pemasyarakatan dengan pendekatan lintas institusi.
Lebih dari sekadar kunjungan seremonial, anjangsana ini memuat pesan tegas bahwa proses pemasyarakatan tidak berhenti pada aspek pengamanan. Negara melalui TNI, Polri, dan ASN hadir menyentuh sisi psikologis dan spiritual warga binaan sebagai bagian dari proses pemulihan sosial.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian WBP, khususnya pembinaan kerohanian, yang dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran, tanggung jawab, dan perubahan perilaku warga binaan selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di lingkungan lapas.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memiliki nilai kemanusiaan dan pembinaan yang kuat. WBP terlihat antusias dan merasakan langsung perhatian serta kasih dari berbagai unsur TNI, Polri, dan ASN. Ini sangat baik untuk membangun mental, spiritual, dan motivasi mereka agar berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Gunawan.
Ia menegaskan bahwa Lapas Narkotika Sungguminasa terbuka terhadap berbagai kegiatan positif yang berorientasi pada pembinaan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa pembinaan kepribadian, termasuk pembinaan keagamaan, merupakan bagian penting dalam proses Pemasyarakatan. Harapannya, WBP dapat menjalani masa pidana dengan lebih bermakna dan siap kembali ke masyarakat,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Sungguminasa menegaskan komitmennya menjalankan fungsi pemasyarakatan secara utuh menjaga keamanan sekaligus memulihkan martabat manusia yang tengah menjalani proses hukum. (RAM)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan