BMKG Aktifkan 6 Zona Siaga Nasional, Cuaca Ekstrem Mulai 12 Januari 2026
JAKARTA, MATANUSANTARA –– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan enam zona peringatan cuaca ekstrem nasional pada Senin, 12 Januari 2026, menyusul meluasnya potensi hujan lebat hingga sangat lebat dan angin kencang yang mencakup seluruh 37 provinsi Indonesia.
Analisis BMKG menunjukkan kombinasi dinamika atmosfer regional, aktivitas monsun, dan anomali konvergensi angin berkontribusi terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi dalam skala nasional.
BMKG menegaskan, kondisi ini bukan cuaca harian biasa, melainkan fase cuaca ekstrem aktif yang berpotensi menimbulkan dampak sistemik pada keselamatan masyarakat, infrastruktur, dan layanan publik.
PETA NASIONAL RISIKO CUACA EKSTREM — 6 ZONA STRATEGIS
ZONA 1 | SUMATERA — SIAGA HIDROMETEOROLOGI
Wilayah: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Kepulauan Riau
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat dengan angin kencang di wilayah pesisir dan kepulauan.
Risiko utama: banjir lokal, genangan perkotaan, gangguan pelayaran, longsor lereng.
ZONA 2 | JAWA — LEVEL ANCAMAN TINGGI
Wilayah: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Pulau Jawa menjadi episentrum risiko nasional. Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat disertai
angin kencang.
Risiko utama: banjir perkotaan, longsor, lumpuhnya transportasi, ancaman kawasan padat penduduk.
ZONA 3 | BALI – NUSA TENGGARA — SIAGA MERAH LOKAL
Wilayah: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
NTB berada pada level hujan lebat–sangat lebat, sementara Bali dan NTT disertai angin kencang.
Risiko utama: banjir bandang, longsor, gangguan pariwisata dan pelayaran antarpulau.
ZONA 4 | KALIMANTAN — WASPADA DATARAN RENDAH & DAS
Wilayah: Kalimantan Barat, Kalimantan Timur
Hujan sedang hingga lebat dengan angin kencang, khususnya di Kalimantan Barat.
Risiko utama: kenaikan debit sungai, genangan luas, tekanan pada wilayah penyangga IKN.
ZONA 5 | SULAWESI — DOMINASI ANGIN KENCANG
Wilayah: Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo
Sulawesi Selatan mengalami angin kencang signifikan, sementara wilayah lain hujan sedang–lebat.
Risiko utama: pohon tumbang, gangguan listrik, risiko pelayaran dan pesisir.
ZONA 6 | MALUKU – PAPUA — KOMBINASI RISIKO GANDA
Wilayah: Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan
BMKG mencatat kombinasi hujan sedang–lebat dan angin kencang, dengan peningkatan ancaman di wilayah pegunungan dan selatan Papua.
Risiko utama: longsor, banjir lokal, keterisolasian wilayah, gangguan logistik.
IMPLIKASI STRATEGIS
BMKG menilai fase ini berpotensi:
Meningkatkan status siaga bencana daerah
Mengganggu transportasi darat, laut, dan udara
Memicu banjir dan longsor beruntun jika hujan berlangsung persisten
BMKG meminta pemerintah daerah, BPBD, dan instansi teknis mengaktifkan kesiapsiagaan penuh, termasuk peringatan berbasis komunitas. (RAM)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan