MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Dua Bulan Sampah Tak Diangkut, Warga Maccini Sombala Pertanyakan Layanan Kebersihan

Tumpukan sampah di lingkungan warga Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar. Warga mengeluhkan sampah tidak kunjung diangkut meski iuran kebersihan disebut tetap dibayarkan setiap bulan. (Dok/Spesial/Matanusantara).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Persoalan pelayanan pengangkutan sampah kembali dikeluhkan warga di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Tumpukan sampah disebut tidak kunjung diangkut dalam dua bulan terakhir dan mulai mengganggu kenyamanan lingkungan.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena warga mengaku tetap menjalankan kewajibannya membayar iuran kebersihan setiap bulan. Namun, pelayanan pengangkutan sampah yang diterima disebut tidak berjalan secara optimal.

Keluhan datang dari warga ORW 05, khususnya lingkungan RT 01 hingga RT 03. Sampah yang menumpuk disebut menimbulkan bau tidak sedap dan dikhawatirkan semakin mengganggu apabila tidak segera ditangani.

Salah seorang warga, Narti, mengatakan sampah di sekitar kediamannya telah beberapa hari tidak diangkut petugas kebersihan.

“Iya sudah beberapa hari ini sampahnya enggak di angkut dan menimbulkan bau tak sedap juga padahal setiap bulan kita tidak pernah telat bayar iuran kebersihan ke petugasnya,” kata Narti saat dikonfirmasi, Kamis (21/8/2026).

Menurut Narti, warga tidak mempersoalkan kewajiban membayar iuran kebersihan selama pelayanan pengangkutan sampah berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, ia meminta pemerintah maupun pihak terkait segera memberikan kepastian mengenai penanganan sampah di wilayah tersebut.

Narti bahkan mengingatkan, jika tidak ada langkah konkret dari pihak terkait, warga dapat mengambil langkah sendiri untuk mengatasi tumpukan sampah tersebut.

“Kalau memang tidak ada pihak yang terkait turun, kami warga berinisiatif membuangnya di kanal atau uang kami dikembalikan,” ungkap Narti dengan nada tegas.

Di tengah keluhan warga, seorang petugas kebersihan yang selama ini bertugas melakukan pengangkutan sampah di Kecamatan Tamalate menyebut persoalan armada menjadi salah satu kendala.

Petugas tersebut mengatakan aktivitas pengangkutan tidak berjalan optimal karena keterbatasan kendaraan operasional, khususnya armada pengangkut sampah.

Keterangan itu menjadi salah satu penjelasan atas keluhan warga mengenai sampah yang tidak terangkut. Namun, kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan perlunya pembenahan sistem pelayanan agar keterbatasan armada tidak berujung pada penumpukan sampah di kawasan permukiman.

Ketua ORW 05, Fadli M. Leo, S.H., S.I.Pem., yang akrab disapa Dg Leo, membenarkan adanya keluhan warga terkait persoalan tersebut.

Fadli mengatakan keluhan datang dari sejumlah warga mulai RT 01 hingga RT 03. Ia juga menegaskan bahwa warga selama ini tidak mengabaikan kewajiban membayar iuran kebersihan.

“Kalau masalah itu memang benar, padahal saya punya warga tidak pernah telat bayar iuran sampah tiap bulannya,” ungkap Fadli saat dikonfirmasi awak media.

Menurut Fadli, pemerintah perlu menghadirkan solusi yang konkret, bukan hanya menyelesaikan persoalan ketika tumpukan sampah sudah mengganggu lingkungan.

Ia meminta jadwal pengangkutan sampah ditata lebih tertib dan ketersediaan armada dipastikan sehingga pelayanan dapat berjalan secara konsisten.

“Di berbagai wilayah, dibutuhkan agar jadwal pengangkutan armada kebersihan lebih tertib dan tidak terjadi penumpukan,” tutupnya.

Keluhan warga Maccini Sombala tersebut kini menjadi perhatian di tingkat lingkungan. Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan hak masyarakat atas pelayanan kebersihan berjalan sesuai kewajiban yang telah mereka tunaikan.

Matanusantara menempatkan persoalan pelayanan publik sebagai bagian dari kontrol sosial. Keluhan warga perlu mendapat ruang, sekaligus perlu dijawab secara terbuka oleh pihak yang berwenang agar persoalan tidak berhenti pada keluhan dan penumpukan sampah. (Ramadhan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini