Jajaran Ahli Menteri Imipas Sambangi Rutan Makassar, Pastikan Akselerasi Transformasi Pemasyarakatan Nasional Berjalan Efektif
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menjadi salah satu titik strategis pelaksanaan penguatan kebijakan pemasyarakatan nasional setelah menerima kunjungan kerja Staf Ahli dan Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Kehadiran para pejabat strategis kementerian tersebut menandai komitmen pemerintah dalam memastikan agenda transformasi pemasyarakatan berjalan efektif hingga ke tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Staf Ahli Menteri Imipas Anggiat Napitupulu, Staf Ahli Menteri Imipas Eding Sungkana, serta Tenaga Ahli Menteri Imipas Yan Sultra Indrajaya itu turut didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan (Kakanwil Ditjenpas Sulsel), Mulyadi. Agenda tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap implementasi kebijakan strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Rutan Kelas I Makassar yang merupakan salah satu UPT pemasyarakatan terbesar di kawasan Indonesia Timur dinilai memiliki posisi penting dalam mendukung keberhasilan program nasional pemasyarakatan. Karena itu, berbagai aspek pelayanan, pembinaan, hingga pengamanan menjadi fokus utama peninjauan jajaran kementerian.
Rombongan terlebih dahulu meninjau area layanan kunjungan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan transparan, humanis, dan sesuai standar operasional prosedur. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke dapur Rutan guna mengevaluasi kualitas penyediaan makanan bagi warga binaan, termasuk aspek kebersihan, keamanan pangan, kelayakan bahan makanan, hingga distribusi yang dilakukan setiap hari.
Selanjutnya, jajaran kementerian meninjau blok hunian serta fasilitas pembinaan warga binaan guna memastikan pelaksanaan program pembinaan berjalan optimal dan sejalan dengan arah kebijakan pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembentukan sumber daya manusia yang produktif dan siap kembali ke masyarakat.
Pada kesempatan itu, Staf Ahli Menteri Imipas, Anggiat Napitupulu, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh satuan kerja bergerak dalam satu arah kebijakan yang sama, yakni menghadirkan layanan pemasyarakatan yang berkualitas dan berintegritas.
“Transformasi pemasyarakatan harus dirasakan hingga ke tingkat pelaksana. Karena itu kami hadir untuk melihat secara langsung pelaksanaan layanan, pembinaan, dan pengamanan, sekaligus memastikan seluruh program berjalan sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Imipas, Eding Sungkana, menekankan bahwa keberhasilan pemasyarakatan modern tidak lagi hanya diukur dari aspek keamanan semata, melainkan juga dari kualitas pelayanan publik, penghormatan terhadap hak warga binaan, serta efektivitas program pembinaan.
“Kualitas pemasyarakatan ditentukan oleh kemampuan kita menghadirkan pelayanan yang profesional, pembinaan yang berdampak, dan tata kelola organisasi yang berintegritas. Karena itu inovasi dan profesionalisme harus terus diperkuat,” katanya.
Sementara, Tenaga Ahli Menteri Imipas, Yan Sultra Indrajaya, menambahkan bahwa sinergi antara kementerian, kantor wilayah, dan seluruh UPT menjadi fondasi utama dalam mempercepat reformasi birokrasi dan transformasi layanan pemasyarakatan.
“Koordinasi yang kuat akan mempercepat pencapaian target organisasi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan,” ungkapnya.
Ditempat yang sama Kakanwil Ditjenpas Sulsel Mulyadi, menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian serius pimpinan kementerian terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan di daerah. Menurutnya, berbagai arahan yang diberikan akan menjadi pijakan penting bagi seluruh UPT Pemasyarakatan di Sulawesi Selatan dalam melakukan pembenahan berkelanjutan.
Di hadapan rombongan, Karutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mendukung kebijakan strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia menyebut penguatan yang diberikan para Staf Ahli dan Tenaga Ahli Menteri menjadi motivasi besar bagi seluruh pegawai untuk meningkatkan kualitas layanan dan kinerja organisasi.
“Bagi kami, kunjungan ini bukan hanya bentuk evaluasi, tetapi juga energi baru untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan. Rutan Makassar siap menjadi bagian dari penguatan transformasi pemasyarakatan nasional melalui pelayanan yang profesional, akuntabel, humanis, dan berdampak,” tegas Jayadikusumah.
Kunjungan kerja tersebut sekaligus menegaskan bahwa transformasi pemasyarakatan kini menjadi salah satu agenda prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui penguatan pengawasan, evaluasi lapangan, peningkatan kualitas layanan, serta pembangunan budaya kerja berintegritas, pemerintah menargetkan lahirnya sistem pemasyarakatan yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga mampu menjadi instrumen pembinaan yang efektif dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Dari Makassar, pesan reformasi pemasyarakatan itu kembali ditegaskan: pelayanan publik harus semakin berkualitas, pembinaan harus semakin berdampak, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan harus terus diperkuat.(**)

Tinggalkan Balasan