MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Kematian Rafli Masih Misterius, Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi dan 2 Sipil

Propam Polda Sulsel memeriksa 11 anggota polisi dan dua warga sipil terkait insiden tawuran di Jalan Kandea, Kecamatan Tallo, Makassar, yang menewaskan Rafli Ramadhani, 19. Polisi masih menunggu hasil uji balistik untuk mengungkap jenis senjata yang digunakan dalam peristiwa tersebut.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Misteri kematian Rafli Ramadhani, 19, warga Jalan Kandea, Kecamatan Tallo, Makassar, dalam insiden tawuran masih bergulir. Propam Polda Sulsel telah memeriksa 11 anggota polisi dan dua warga sipil untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada tewasnya Rafli.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami tindakan personel yang berada di lokasi saat pembubaran tawuran, sekaligus menggali keterangan warga yang mengetahui kejadian. Pada saat yang sama, penyidik masih menunggu hasil uji balistik untuk memastikan jenis senjata yang digunakan dalam insiden tersebut.

Kepada media, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengatakan, pemeriksaan terhadap personel kepolisian dilakukan oleh Propam Polda Sulsel. Sebanyak 11 anggota yang bertugas saat kejadian telah dimintai keterangan, termasuk dua warga yang diperiksa sebagai saksi.

“Sudah Ada 11 personel, kemudian ada 2 dari masyarakat yang sudah diperiksa oleh Propam,” ujar Didik, Selasa (29/9/2026).

Menurut Didik, 11 personel tersebut merupakan anggota yang bertugas melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Sementara dua warga diperiksa untuk menggali keterangan terkait peristiwa yang terjadi di kawasan tersebut.

Perkembangan penanganan perkara, keluarga Rafli juga telah membuat laporan resmi ke Polsek Tallo. Perkara tersebut berpotensi ditarik ke Polrestabes Makassar dengan asistensi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel.

Sementara itu, penyidik masih menghadapi persoalan penting dalam mengungkap sumber tembakan yang menyebabkan Rafli meninggal dunia. Proyektil yang diduga mengenai tubuh korban belum ditemukan.

Didik menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan medis Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Sulsel, peluru disebut menembus tubuh Rafli sehingga tidak ditemukan proyektil yang bersarang di dalam tubuh korban.

“Sampai sekarang belum ditemukan, karena kemarin disampaikan oleh Bidokkes bahwa hasil dari otopsi itu pelurunya adalah tembus ke kanan, jadi tidak ada proyektilnya,” jelas Didik.

Kondisi tersebut membuat hasil uji balistik menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai kaliber maupun jenis senjata yang digunakan dalam insiden maut tersebut.

Polisi menyatakan hasil uji balistik nantinya akan menjadi bagian dari pengungkapan perkara dan disampaikan secara transparan kepada publik.

Di sisi lain, kepolisian juga tidak hanya mengusut kematian Rafli. Aksi perusakan dan pembakaran pos keamanan yang terjadi setelah situasi memanas turut masuk dalam penyelidikan.

Polisi masih mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk alat yang digunakan dalam aksi perusakan tersebut.

“Pembakaran pos tetap akan kita tindaklanjuti sesuai dengan mekanisme hukum. Sekarang juga masih dalam proses penyelidikan tentang siapa pelakunya, kemudian menggunakan alat apa,” kata Didik.

Meski kondisi di kawasan Jalan Kandea telah kembali kondusif, pengamanan masih diperketat. Polda Sulsel menurunkan personel Direktorat Samapta untuk memperkuat penjagaan di Polsek Tallo dan sejumlah titik di sekitarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan, sembari proses pemeriksaan Propam dan penyelidikan terkait kematian Rafli terus berjalan. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini