Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital
Kompensasi Puluhan Juta Diduga Disunat, Oknum Polisi Makassar Terseret Skandal Damai Kasus Pengeroyokan – Mata Nusantara
Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

Mata Nusantara

Akurat Tajam & Terpercaya

Kompensasi Puluhan Juta Diduga Disunat, Oknum Polisi Makassar Terseret Skandal Damai Kasus Pengeroyokan

Matanusantara Radaksi Mata Nusantara Rafa Ghambo
Gambar Ilustrasi pemberian kompensasi terhadap korban pengeroyokan hasil mediasi perkara pidana di kantor kepolisian. (Dok/Spesial/Chatgpt)

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Penyelesaian perkara pengeroyokan di Jalan Andalas, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, kini bergeser dari narasi damai menjadi dugaan skandal integritas. Dana kompensasi Rp10 juta yang disepakati dalam mediasi disebut tidak sepenuhnya diterima korban. Dugaan pemotongan hingga Rp4 juta menyeret nama oknum aparat pada tahap penyidikan.

Peristiwa terebut terjadi warung coto angin mammiri, pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, sekitar pukul 01.45 WITA, tercatat di Polsek Bontoala dengan STPLI Nomor: STPLI/04/1/Res.1.6/2026/RESKRIM. Kabarnya sebanyak sembilan terduga pelaku disebut sempat diamankan sebelum perkara berakhir melalui mediasi.

Keluarga dan Sahabat Korban Pengeroyokan di RM Coto Angin Mammiri, Ultimatum Polsek Bontoala

Dalam percakapan via telepon WhatsApp dengan redaksi, Kamis (12/02/2026), Rasti membenarkan bahwa perkara tersebut telah diselesaikan secara damai.

“Sudah selesai mi, dikasih damai sama Polisi,” katanya kepada matanusantara.co.id.

Polisi “Pulangkan” Tersangka Kasus PPA, Regulasi Kapolri Terabaikan, Ada Apa !?

Rasti juga menyebut diduga sembilan terduga pelaku sempat diamankan saat awal penanganan perkara.

“Pelaku diamankan pada saat itu, kalau tidak salah 9 orang,” ungkapnya.

Kebocoran Gas Picu Kebakaran di Pelita Raya II Makassar, Warung Coto dan Dua Kios Hangus

Dalam proses mediasi, korban dan para terduga pelaku disebut menyepakati kompensasi sebesar Rp10 juta sebelum laporan dicabut.

“Sebelum laporan polisi dicabut, para terduga menyelesaikan kompensasi sesuai kesepakatan sebesar Rp10 juta,” kata Rasti.

Tersangka Korupsi e-KTP Setya Novanto Bebas Hari ini, Paket Merdeka?

Namun muncul dugaan mengejutkan. Dana kompensasi tersebut diduga tidak sepenuhnya diterima korban.

“Rp10 juta tapi Polisi Rp4 juta,” bebernya.

Jika tudingan itu benar, maka terdapat dugaan pengurangan dana kompensasi sebesar 40 persen dari total kesepakatan.

Dari Data Warga ke Uang Negara, 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi Kredit Fiktif Bank Plat Merah di Makassar

Dikonfirmasi kepada Kapolsek Bontoala, Kompol Dr. Andi Aris Abu Bakar, SH., Ia mengarahkan awak media untuk menghubungi Kanit Reskrim.

Sementara Kanit Reskrim baru Polsek Bontoala, AKP Faizal SH, MH, menyatakan perkara masih dicek ulang karena sebelumnya ditangani pejabat lama.

“Ke kantor saja pak, sebab perkara tersebut sudah saya kornfirmasi siapa yang tangani, dan mindiknya sudah dia siapkan untuk di ajukan ke saya sebab perkara tersebut masih kanit lama makanya saya mau cek,” ungkapnya kepada matanusantara.co.id, Jumat (13/01/2026).

Rp615 Miliar Digelontorkan, Sulsel Bangun 286 Km Jalan Hubungkan 5 Kabupaten

Saat disampaikan bahwa perkara telah berdamai, ia menyebut langkah yang diambil mengarah pada pendekatan keadilan restoratif.

“Kalau mereka sudah damai, berarti kanit lama mempedomani Restoratif justif pak, dengan pemulihan kerugian korban yang diatur dalam UU No.20 thn 2025 KUHAP pasal 79 pak,” tegasnya.

Polisi “Pulangkan” Tersangka Kasus PPA, Regulasi Kapolri Terabaikan, Ada Apa !?

Secara normatif, Pasal 79 KUHAP terbaru memang mengatur mekanisme pemulihan kerugian korban dalam pendekatan keadilan restoratif. Namun, regulasi tersebut tidak memberikan ruang bagi aparat untuk mengambil bagian dari dana kompensasi yang menjadi hak korban.

Dalih AKP Hendra Vs Dugaan Suap Tangkap Lepas Polres Bantaeng: Siapa Benar, Siapa Salah?

Terpisah, mantan Kanit Reskrim Polsek Bontoala, AKP Syahuddin Rahman, mengaku tidak lagi fokus pada perkara tersebut karena telah menerima TR mutasi.

“Saya komunikasi dulu panit karena saya ndak terlalu fokus mi itu hari, karena sudah ada TR mutasi, komunikasi maki sama Panit” dalihnya.

Polisi Pastikan Kasus Pengeroyokan Melissa di Bontoala Tetap Berlanjut

Terpisah Panit Lidik Ipda Muh Tahir, saat dikonfirmasi menegaskan dalam kasus tersebut terduga pelaku diamankan sebanyak 4 orang dan membenarkan laporan telah dicabut

“Ini pelakunya sudah di tangkap dan sudah berdamai cabut laporan dari bulan kemarin, 4 orang ji diamankan,” singkatnya.

Usai 3 Tersangka Suap Katalis Dijebloskan ke Penjara, KPK Seret Eks Direktur Pengolahan Pertamina

Namun ketika ditanya mengenai dugaan pemotongan dana kompensasi korban, baik AKP Syahuddin Rahman maupun Ipda Muh Tahir tidak memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.

Diketahui Restorative justice dalam KUHAP baru mengedepankan pemulihan hak korban, bukan pembagian dana kompensasi kepada aparat. Setiap bentuk intervensi terhadap dana damai yang telah disepakati berpotensi melanggar prinsip keadilan restoratif itu sendiri.

Polisi “Pulangkan” Tersangka Kasus PPA, Regulasi Kapolri Terabaikan, Ada Apa !?

Kasus ini kini bukan lagi sekadar perkara pengeroyokan, melainkan menyentuh kredibilitas mekanisme penyelesaian perkara di tingkat penyidikan.

Publik menunggu klarifikasi resmi dan transparan dari jajaran Polsek Bontoala maupun Polrestabes Makassar. (Ramadhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!
Exit mobile version