Nyaris Diamuk Massa! Penjelasan Kapolsek Tamalate Soal Peristiwa Pembakaran Motor di Metro Tanjung
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Aksi dugaan pengacungan anak panah busur terhadap pengemudi ojek online (ojol) di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, berujung ricuh. Seorang pengendara yang diduga terlibat dalam insiden tersebut menjadi sasaran amukan massa, sementara sepeda motor Honda CRF yang digunakannya dibakar pada Minggu (25/10/2026) malam.
Kapolsek Tamalate, Kompol Muhammad Idris, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bermula dari informasi mengenai sekelompok pengendara yang diduga mengancam pengguna jalan menggunakan senjata tajam jenis busur.
“Informasi awalnya, pelaku membentangkan anak panah busur kepada korban yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online,” ujar Kompol Muhammad Idris, Senin (26/10/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula di sekitar putaran jalan dekat pintu masuk Pantai Biru. Saat itu, rombongan yang terdiri atas sekitar lima sepeda motor bergerak dari arah Mall GTC menuju Pantai Biru.
Salah seorang pengendara dalam rombongan tersebut diduga mengacungkan busur ke arah pengguna jalan. Pengemudi ojol yang berada di sekitar lokasi disebut turut menjadi sasaran ancaman dan berteriak memperingatkan masyarakat mengenai keberadaan rombongan tersebut.
Teriakan itu menarik perhatian warga dan pengguna jalan. Rombongan kemudian berpencar, sementara salah seorang pengendara yang diduga membawa busur dikejar hingga kawasan depan ruko Rolling Hills.
Dalam situasi lalu lintas yang ramai, pengendara tersebut berusaha memutar balik dengan melawan arus. Namun, upaya itu berujung tabrakan dengan pengendara sepeda motor lain hingga dirinya terjatuh.
“Karena panik, pelaku mencoba berbalik arah atau melawan arus dan akhirnya menabrak pengendara motor lain hingga terjatuh,” ungkap Kompol Idris.
Situasi kemudian memanas. Pengendara yang terjatuh menjadi sasaran amukan massa, sedangkan sepeda motor Honda CRF berwarna hijau hitam tanpa pelat nomor yang digunakannya dibakar.
“Ada yang berteriak bahwa pelaku merupakan bagian dari geng motor, yang kemudian memancing perhatian massa di sekitar lokasi. Pelaku sempat diamuk massa sebelum akhirnya diamankan oleh petugas,” beber Kapolsek Tamalate.
Mendapatkan informasi kejadian tersebut, personel gabungan piket fungsi Polsek Tamalate segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) di bawah pimpinan Perwira Pengawas (Pawas) Ipda Arwin Saleh, S.H., M.H.
Namun, banyaknya massa yang berkumpul membuat proses evakuasi terhadap terduga pelaku yang berada di pos sekuriti kawasan Ocean Drive, ruko Rolling Hills, belum dapat dilakukan dengan segera.
Di lokasi berbeda, seorang lainnya yang diduga merupakan rekan rombongan tersebut diamankan personel Polsek Tamalate di sekitar minimarket Indomaret. Pria tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Tamalate untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Tamalate, Kompol Muhammad Idris, kemudian tiba di lokasi bersama personel bantuan dari Polrestabes Makassar. Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan turut membantu proses evakuasi untuk mengamankan situasi.
“Barang bukti berupa sepeda motor yang dibakar serta saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP) sementara dilakukan pemeriksaan,” tutup Kompol Idris.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena dugaan ancaman menggunakan busur di jalan raya berujung pada kekerasan massa dan pembakaran kendaraan. Kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan barang bukti untuk mendalami rangkaian kejadian serta peran pihak-pihak yang terlibat.
Penanganan perkara selanjutnya diharapkan berjalan sesuai ketentuan hukum, dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah dan proses hukum terhadap setiap pihak yang diduga terlibat. (****).

Tinggalkan Balasan