MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Trail & Bakti dalam Satu Jalan, Kapolres Luwu Pimpin 1.700 Rider Tebar Kepedulian hingga Pelosok Desa

Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu memimpin One Day Trail Adventure Bhayangkara Jelajah Alam Luwu Part 2 yang diikuti sekitar 1.700 rider dari berbagai daerah. Selain menaklukkan jalur ekstrem, kegiatan juga diisi bakti sosial dengan membagikan bantuan sembako kepada warga di pelosok desa sebagai implementasi semangat pengabdian Polri kepada masyarakat. (Dok/Spesial/Chatgpt/Matanusantara)

LUWU, MATANUSANTARA — Deru mesin motor trail yang membelah sungai, perbukitan, dan jalur hutan di Kabupaten Luwu, Sabtu (18/7/2026), bukan hanya menjadi simbol petualangan. Di balik lintasan ekstrem itu, hadir pula aksi kemanusiaan yang menyentuh warga pelosok desa. Itulah makna yang diusung dalam One Day Trail Adventure Bhayangkara Jelajah Alam Luwu Part 2 bertajuk “Trail & Bakti Dalam Satu Jalan.”

Sebanyak 1.700 rider dari berbagai daerah di Indonesia dilepas langsung oleh Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K. di Lapangan Andi Djemma, Belopa, dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, S.H., yang mengapresiasi penyelenggaraan event karena mampu menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, hingga mempererat silaturahmi antarkomunitas trail dari berbagai daerah.

Tak hanya melepas peserta, AKBP Adnan Pandibu juga turun langsung mengendarai motor trail bernomor 86 bersama komunitas BHALTAC Luwu menyusuri jalur ekstrem yang melintasi sungai, perbukitan, hutan, hingga desa-desa terpencil.

Di tengah perjalanan, rombongan berhenti di Dusun Mangulawa, Desa Padang Lambe, untuk menyerahkan paket sembako kepada warga kurang mampu. Aksi tersebut menjadi bagian dari bakti sosial yang memang dirancang menyatu dengan rute trail.

Menurut Kapolres Luwu, kegiatan itu membuktikan bahwa olahraga otomotif dapat menjadi media untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“One Day Trail Adventure ini bukan sekadar ajang menyalurkan hobi dan menguji adrenalin. Lebih dari itu, kami ingin menghadirkan kepedulian kepada masyarakat. Karena itu, di setiap jalur yang kami lintasi, kami menyempatkan diri berbagi melalui bakti sosial kepada warga yang membutuhkan,” ujar AKBP Adnan Pandibu, dikutip media ini, Sabtu (18/07/2026)

Ia menjelaskan, Trabhara Jelajah Alam Luwu Part 2 dibangun di atas tiga nilai utama, yakni sinergi, kepedulian, dan pengabdian.

“Sinergi aksi berarti kita bersama-sama menghadapi setiap tantangan di medan yang berat, sedangkan bakti sosial merupakan wujud nyata empati dan kepedulian kepada masyarakat. Inilah nilai yang harus terus dijaga oleh setiap insan Bhayangkara,” katanya.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel Polres Luwu agar terus menjaga kebugaran fisik, memperkuat solidaritas, dan mengedepankan pelayanan yang humanis.

“Tantangan di jalur trail melatih kekompakan, keberanian, dan mental kita. Namun tujuan akhirnya bukan sekadar menaklukkan medan, melainkan bagaimana kita hadir mengetuk pintu masyarakat dan memberikan manfaat. Itulah jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada malam harinya dengan hiburan rakyat dan pengundian doorprize. Panitia menyediakan hadiah utama berupa satu unit KLX 230, satu unit KLX 140, tiga unit Honda Revo, serta puluhan hadiah elektronik dan perlengkapan trail.

Melalui konsep “Trail & Bakti Dalam Satu Jalan”, Polres Luwu ingin menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga lewat aksi sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini