Truk Tangki PT Wintara Suplai BBM Proyek Sekolah Rakyat Bone, Dokumen Jadi Sorotan
BONE, MATANUSANTARA –- Aktivitas penyaluran bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, menuai sorotan publik.
Sorotan itu muncul setelah tim redaksi menemukan sebuah truk tangki berlogo PT Wintara Berkah Energi berada di area proyek pada Rabu malam, 10 Juni 2026. Truk berkapasitas sekitar 5 kiloliter (KL) tersebut diduga sedang melakukan aktivitas penyaluran BBM untuk mendukung pekerjaan konstruksi di lokasi.
Dalam penelusuran di lapangan, tim redaksi berupaya meminta keterangan kepada sopir dan kernet yang berada di lokasi. Kedua pekerja yang diketahui berinisial AH dan AS kemudian memperlihatkan sejumlah dokumen yang disebut berkaitan dengan pengangkutan BBM tersebut.
Namun, dari hasil pemeriksaan awal, tim redaksi menemukan beberapa hal yang dinilai perlu mendapat penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan distribusi BBM.
Selain dokumen pengangkutan, perhatian juga tertuju pada kondisi segel tangki yang digunakan saat proses distribusi berlangsung. Temuan ini kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai asal-usul BBM yang dibawa, legalitas dokumen yang digunakan, hingga pihak yang bertanggung jawab atas muatan tersebut.
Sejumlah warga yang mengetahui aktivitas truk tangki di lokasi proyek berharap aparat penegak hukum dan instansi teknis terkait dapat melakukan verifikasi agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan spekulasi.
“Kami berharap ada pemeriksaan agar semuanya terang. Kalau memang sesuai aturan, tentu tidak ada masalah. Tapi kalau ada yang perlu diklarifikasi, sebaiknya dijelaskan ke publik,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut warga, keterbukaan informasi sangat penting mengingat proyek Sekolah Rakyat merupakan program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dan menggunakan fasilitas yang menjadi perhatian publik.
Menindaklanjuti temuan tersebut, media ini melakukan konfirmasi kepada Kapolres Bone terkait keberadaan dokumen yang disebut tidak berada di kendaraan saat aktivitas distribusi berlangsung.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Kapolres Bone memberikan penjelasan dengan mengibaratkan kepemilikan dokumen kendaraan dalam aktivitas sehari-hari.
“Konfirmasi maksud kamu apa? Kamu sendiri sudah jawab di tulisanmu. Kamu bawa enggak faktur dan BPKB di kendaraanmu atau di tasmu setiap hari? Terus pernah enggak kendaraanmu dipinjam? Kalau pernah, kamu berikan STNK, BPKB dan faktur ke peminjam?” kata Kapolres Bone saat dikonfirmasi.
Meski demikian, sejumlah pertanyaan yang menjadi perhatian publik hingga kini masih menunggu penjelasan resmi. Di antaranya terkait jenis BBM yang disuplai ke proyek, asal pasokan BBM, pemilik muatan, legalitas dokumen pengangkutan, serta status segel yang digunakan pada tangki tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Wintara Berkah Energi, pengelola proyek pembangunan Sekolah Rakyat maupun instansi terkait yang berwenang dalam pengawasan distribusi BBM belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan. Setiap penjelasan yang disampaikan akan dimuat secara proporsional sebagai bagian dari upaya menyajikan informasi yang berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Masyarakat kini menunggu langkah verifikasi dari instansi terkait guna memastikan seluruh proses distribusi BBM yang digunakan dalam pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (***)

Tinggalkan Balasan