Doa Lintas Agama Polrestabes Makassar Jadi Fondasi Pengamanan Tahun Baru 2026
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Menjelang detik-detik pergantian Tahun Baru 2026, Polrestabes Makassar menggelar doa bersama lintas agama sebagai langkah awal membangun stabilitas keamanan dan ketenangan sosial di tengah dinamika akhir tahun. Kegiatan berlangsung di Aula Mappaoddang Polrestabes Makassar, Rabu (31/12/2025), dan dihadiri tokoh agama lintas kepercayaan.
Doa lintas agama ini tidak sekadar seremoni keagamaan, melainkan simbol solidaritas kemanusiaan dan kekompakan lintas sektor dalam menyikapi duka para korban bencana alam sekaligus menghadapi potensi kerawanan malam pergantian tahun.
35 Personel Polres Luwu Naik Pangkat, Negara Beri Kepercayaan Lewat Institusi Polri
Tokoh agama dari enam agama resmi di Indonesia, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu hadir dan memanjatkan doa bersama, mempertegas pesan bahwa keamanan dan kemanusiaan adalah tanggung jawab kolektif, bukan semata aparat penegak hukum.
Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Raharjo Puro, S.H., M.H., serta jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan.
Petasan Dijual Bebas, Begini Reaksi Kapolda Sulsel Soal Larangan Kapolri Jelang Tahun Baru 2026
Turut hadir Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo, Pangkodau II Marsda TNI Mochammad Untung Suropati, Dankoarmada VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Azis, hingga unsur yudikatif dan penegak hukum seperti Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel Dr. H. Zainuddin dan Kajati Sulsel Dr. Didik Farkhan Alisyahdi.
Kehadiran Kabinda Sulsel Brigjen TNI Andi Anshar, Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, serta pimpinan instansi strategis lainnya memperlihatkan bahwa pengamanan malam Tahun Baru 2026 diposisikan sebagai agenda lintas institusi dengan pendekatan total.
Petasan Tetap Dijual Bebas di Makassar, Larangan Kapolri Dipertanyakan Jelang Tahun Baru 2026
Dari unsur kota, tampak Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, S.H., Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, S.I.K., M.Si., Dandim 1408/Makassar Letkol Kav. Ino Dwi Setyo Darmawan, serta Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Rise Sandiyantanti, bersama para Pejabat Utama Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar.
Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin menegaskan bahwa doa lintas agama ini merupakan bagian dari rangkaian pengamanan terpadu malam Tahun Baru yang terhubung langsung dengan pengawasan nasional.
Daftar Nama Jajaran Polda Sulsel Dapat “Kado Spesial” Akhir Tahun 2025 Dari Kapolri
“Menjelang malam pergantian tahun, Kapolda Sulsel bersama Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar terlebih dahulu melakukan pemantauan Pos Pengamanan Operasi Lilin 2025 yang berada di depan Pelabuhan Makassar,” ujar Kompol Wahiduddin, kepada media, Senin (01/01/2026)
Pemantauan Pos Pengamanan Operasi Lilin 2025 tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta respons cepat terhadap potensi gangguan kamtibmas, khususnya di kawasan strategis Pelabuhan Makassar yang menjadi titik mobilitas tinggi masyarakat.
Kasat Reskrim Dinilai Pecundangi Kapolres Tana Toraja, PUKAT: Ini Sinyal Darurat Integritas Polri
Usai pemantauan, seluruh unsur Forkopimda kembali ke Polrestabes Makassar untuk melaksanakan doa bersama lintas agama, sebelum mengikuti video conference (vicon) pemantauan situasi kamtibmas malam Tahun Baru yang dipimpin langsung oleh Kapolri dan diikuti seluruh Polda jajaran se-Indonesia.
Doa lintas agama ini menjadi penanda bahwa pendekatan pengamanan Tahun Baru 2026 di Sulawesi Selatan tidak hanya mengandalkan kekuatan personel dan teknologi, tetapi juga pendekatan moral, spiritual, dan kebersamaan lintas elemen bangsa.
Humanisme Polri Terlihat Saat Polwan Luwu Redam Ketegangan Aksi Massa
Dengan ikhtiar tersebut, Polrestabes Makassar bersama Forkopimda berharap perayaan malam Tahun Baru 2026, khususnya di Kota Makassar, dapat berlangsung aman, tertib, humanis, dan kondusif, serta bebas dari gangguan kamtibmas maupun potensi konflik sosial. (RAM)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan