Kacau!! Pria Ngaku Bekerja di BUMN Diduga Rekam Bokong Pengunjung Dragon Billiard Makassar, Korban: “Mesum”
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Seorang pria berinisial DN diduga merekam dan memotret bagian tubuh pengunjung perempuan di Dragon Billiard and Cafe, Makassar, tanpa izin. Dugaan tersebut memicu konfrontasi setelah korban mempertanyakan keberadaan foto dirinya yang disebut ditemukan di telepon seluler DN.
Berdasarkan keterangan korban berinisial EV kepada Matanusantara.co.id, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 3 September 2026, sekitar pukul 22.00 Wita, di Dragon Billiard and Cafe, yang terletak di jalan Gunung Bawakaraeng, Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar.
Menurut EV, dugaan perekaman bermula ketika rekannya, SR, mencurigai gerak-gerik DN saat menggunakan telepon seluler di dalam tempat billiard.
“Malam itu, teman saya curiga kalau bokong dia dan saya di rekam dan di foto. Pada saat itu juga SR langsung mendatangi kedua pria tersebut menyampaikan kenapa saya di foto dan di video,” kata EV, saat diwawancarai, Jumat (04/09).
Selanjutnya, SR disebut meminta DN memperlihatkan telepon selulernya untuk memastikan dugaan tersebut. Namun, permintaan itu disebut ditolak hingga situasi berlanjut ke area parkir.
“Setelah SR ditolak, jadi pacar saya yang bertindak dengan mengajak keduanya ke parkiran. Akhirnya terungkap di situ. Karena album foto DN terlihat ada beberapa foto wanita yang berada di lokasi dan foto saya dijadikan WhatsApp,” ujar EV.
Menurut EV, keberadaan foto tersebut kemudian menjadi persoalan yang dipertanyakan kepada DN. Dalam video konfrontasi yang diterima redaksi, DN terdengar membantah memiliki niat mengambil gambar bagian tubuh EV.
“Saya kan nggak niat foto bokong,” katanya, dikutip media ini melalui rekaman video.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari EV yang merasa keberatan atas dugaan tindakan tersebut.
“Iya, tapi itu kurangajar, mesum anjing!” tegas EV.
Sementara itu, dalam rekaman yang sama, DN terdengar meminta maaf kepada perempuan tersebut.
“Iya, jadi nggak ada untuk hal seperti itu, Bang. Jadi kalau memang mungkin bisa dimaafkan,” katanya.
Dalam perkembangan yang sama, EV menyebut DN berada bersama seorang pria berinisial GG. Ia menyebut GG mengaku bekerja sebagai pegawai PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero.
“Jadi DN ini, ikut kerja sama GG yang pegawai Pelni, dan pada saat itu, GG meminta maaf dan minta tolong agar permasalahan ini tidak diperpanjang,” ujar EV.
Menariknya, dalam rekaman konfrontasi yang diterima redaksi, GG juga terlihat meminta maaf kepada EV. Dalam percakapan tersebut, GG menyebut memperkenalkan diri sebagai pegawai instansi BUMN dan secara spesifik menyebut PT Pelni.
“Saya dari instansi juga. Tapi saya dari BUMN, jadi nggak ada lah pikiran untuk begitu. Saya dari Pelni,” ujarnya dalam rekaman yang diterima redaksi, dikutip Matanusantara.co.id, Jumat (4/9).
GG kemudian meminta EV memaafkan dugaan tindakan yang dilakukan rekannya.
“Iya, jadi nggak ada untuk hal seperti itu, Bang. Jadi kalau memang teman saya salah mungkin bisa dimaafkan, ya kami dari pihak kami minta maaf.”
Namun, permintaan maaf tersebut tidak diterima EV.
“Saya nggak mau,” tegasnya.
EV kemudian menyatakan tidak menerima persoalan tersebut dan berencana membawa persoalan itu ke jalur hukum.
“Saya tidak terima. Saya akan melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib dan melaporkan tindakannya kepada atasannya,” tegas EV.
Selain rekaman konfrontasi, redaksi Matanusantara.co.id juga menerima rekaman yang memperlihatkan sejumlah foto dan video di handphone diduga milik DN. Dalam salah satu rekaman, terlihat foto EV ketika sedang bermain billiard bersama SR.
Redaksi juga menerima rekaman yang memperlihatkan isi galeri handphone milik DN sejumlah video tak pantas serta foto EV dijadikan status WhatsApp pribadi DN.
Terpisah, Matanusantara.co.id kemudian mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Kepala Cabang (Kacab) PT Pelni Makassar, Darman, termasuk mengenai sosok DN yang disebut berada dalam kejadian tersebut.
Darman secara tegas membantah DN merupakan pegawai PT Pelni.
“Bukan,” singkat Darman saat dikonfirmasi Matanusantara.co.id, Sabtu (5/9).
Tak hanya membantah, Darman juga menyatakan tidak mengenali pria yang terdapat dalam foto yang diperlihatkan kepadanya. Ia meminta pihak yang merasa dirugikan untuk melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Masukkan saja PENJARA. Penipu,” tegas Darman.
Meski demikian, ketika dikonfirmasi lebih jauh mengenai sosok GG yang dalam rekaman mengaku sebagai pegawai BUMN dari PT Pelni, Kacab Pelni Makassar belum memberikan penjelasan hingga berita ini diterbitkan.
Kondisi tersebut membuat klaim GG sebagai pegawai BUMN PT Pelni masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Terlebih, pihak Pelni telah membantah DN sebagai pegawainya, sementara status GG belum mendapatkan konfirmasi dari perusahaan.
Di sisi lain, dugaan perekaman terhadap EV masih merupakan keterangan korban serta materi rekaman yang diterima redaksi. Ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum tetap harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum.
Matanusantara.co.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi DN maupun GG terkait dugaan perekaman, kepemilikan materi foto dan video, serta klaim mengenai status pekerjaan di PT Pelni. (***).


Tinggalkan Balasan