Kupon BBM Agustus Kec. Tamalate Diterima Full, Sumber Apresiasi & Minta Pengawasan Berlanjut
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Sorotan media terhadap dugaan persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) operasional armada kebersihan di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, kini diikuti perkembangan yang mendapat apresiasi dari internal petugas.
Sejumlah petugas kebersihan mengaku menerima kupon BBM secara penuh untuk distribusi Agustus 2026, setelah sebelumnya muncul keluhan mengenai dugaan selisih kupon pada periode distribusi sebelumnya.
Informasi tersebut disampaikan salah seorang sumber internal yang mengaku mewakili petugas kebersihan kepada Matanusantara.co.id, Jumat (21/8/2026).
Menurut sumber tersebut, kupon BBM untuk distribusi Agustus yang diterima pada 5 Agustus 2026 telah diberikan secara penuh. Perubahan tersebut sekaligus menjadi perkembangan baru setelah persoalan distribusi kupon BBM Kecamatan Tamalate beberapa kali mendapat sorotan pemberitaan.
“Maaf ini sodarah baru saya kabari. Alhamdulillah untuk pembagian bulan Agustus ini, kami menerima full tanpa ada potongan dari oknum yang selama ini menyalahgunakan jabatannya. Saya mewakili seluruh petugas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Matanusantara.co.id yang telah membantu menyuarakan keluhan kami dan menyuarakan yang benar,” kata sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi menjaga keamanannya, Jumat (21/08/2026).
Sorotan Media, Petugas Akhirnya Terima Full
Bagi sumber internal tersebut, penerimaan penuh kupon BBM pada Agustus merupakan perkembangan yang patut diapresiasi.
Sebelumnya, sejumlah sumber mengaku terdapat perbedaan jumlah kupon yang diterima petugas dibandingkan alokasi yang menurut mereka seharusnya diterima.
Khusus armada Viar, sumber sebelumnya menyebut alokasi berada pada angka 15 kupon atau setara 150 liter BBM per bulan, namun petugas mengklaim hanya menerima 13 kupon.
Pada distribusi Juli 2026, sumber lain juga menyampaikan adanya dugaan selisih tiga kupon pada sejumlah armada.
Informasi tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan mendapat respons dari organisasi masyarakat Pandawa Pattingalloang Indonesia yang meminta Inspektorat Kota Makassar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta aparat penegak hukum melakukan audit terhadap mekanisme distribusi BBM.
Meski demikian, Matanusantara.co.id menegaskan bahwa klaim mengenai dugaan pemotongan tersebut tetap merupakan informasi dari sumber yang perlu diverifikasi. Hingga kini belum terdapat hasil pemeriksaan resmi yang menyatakan adanya pelanggaran.
Sumber Minta Pengawasan Tidak Berhenti
Meski distribusi Agustus disebut telah diterima penuh, sumber internal meminta agar pengawasan tidak berhenti. Ia berharap penerimaan penuh tersebut dapat terus dipertahankan selama program BBM operasional armada kebersihan berjalan.
“Semoga bulan depan kupon BBM petugas diterima full terus selama program ini berjalan. Kami akan terus memberikan informasi perkembangan tiap penerimaan kupon dari oknum Kasi Kebersihan,” ujarnya.
Menurutnya, konsistensi menjadi hal penting karena persoalan yang sebelumnya dikeluhkan petugas tidak hanya menyangkut satu kali distribusi. Sumber tersebut juga meminta Matanusantara.co.id tetap mengawal perkembangan tersebut secara berkelanjutan.
Bantahan Kasi Kebersihan Tetap Dimuat
Di sisi lain, Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Tamalate, Samsuddin T., sebelumnya telah memberikan bantahan terhadap tudingan pemotongan kupon BBM.
Samsuddin menegaskan bahwa tidak pernah ada pemotongan untuk kepentingan pribadi. Ia menjelaskan bahwa perbedaan jumlah kupon pada kondisi tertentu dapat terjadi karena adanya kendaraan yang mengalami kerusakan, sehingga alokasi BBM dialihkan kepada armada yang masih beroperasi.
“Selama ini kita di Kecamatan Tamalate itu tidak ada pemotongan, cuma biasa ada pengalihan BBM gara-gara ada yang rusak,” ujar Samsuddin.
Dalam hak jawab yang disampaikan kepada Matanusantara.co.id, Samsuddin juga menyatakan siap apabila pengelolaan BBM operasional armada kebersihan diperiksa secara menyeluruh.
Ia menyebut pemeriksaan dapat meliputi jumlah armada, kondisi kendaraan, alokasi BBM, distribusi kupon, daftar penerima, bukti tanda terima, penggunaan kupon, administrasi pengambilan BBM serta mekanisme pengalihan alokasi kendaraan yang tidak beroperasi.
Samsuddin juga meminta klaim mengenai 15 kupon menjadi 13 kupon tidak disimpulkan hanya berdasarkan keterangan individu. Menurutnya, persoalan tersebut harus diverifikasi melalui data dan dokumen resmi.
Pandawa: Jangan Berhenti pada Pernyataan
Sebelumnya, Ketua Umum Pandawa Pattingalloang Indonesia, Muhammad Jamil alias Emil, mendesak agar polemik tersebut diperiksa secara menyeluruh.
Emil menilai dokumen distribusi menjadi kunci untuk memastikan apakah benar terdapat selisih kupon sebagaimana dikeluhkan petugas.
“Yang dipersoalkan para sopir dan petugas kebersihan bukan soal jumlah armada, tetapi apakah benar hak mereka yang seharusnya menerima 15 kupon setiap bulan hanya diberikan 13 kupon. Ini harus dijawab dengan data, dokumen, dan bukti distribusi, bukan sekadar narasi pembelaan,” tegas Emil.
Pandawa juga sebelumnya menyampaikan informasi mengenai dugaan pungutan terhadap calon sopir armada kebersihan.
Namun, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum melalui proses verifikasi dan pemeriksaan pihak berwenang.
Kini Ukurannya Bukan Sekadar “Full”, Tetapi Konsistensi
Perubahan distribusi pada Agustus menjadi catatan penting.
Namun, penerimaan penuh pada satu periode belum otomatis menjawab seluruh pertanyaan mengenai distribusi BBM pada bulan sebelumnya.
Karena itu, terdapat dua hal yang kini menjadi perhatian.
Pertama, apakah distribusi penuh tersebut akan konsisten pada bulan-bulan berikutnya.
Kedua, apakah persoalan selisih kupon pada periode sebelumnya dapat dijelaskan secara administratif melalui dokumen distribusi dan bukti penggunaan BBM.
Jika memang terjadi pengalihan alokasi karena kendaraan rusak sebagaimana dijelaskan pihak Kecamatan Tamalate, maka mekanisme tersebut semestinya dapat ditelusuri melalui dokumen dan bukti administrasi.
Sebaliknya, apabila terdapat ketidaksesuaian antara alokasi, penerimaan dan penggunaan, maka hasil pemeriksaan resmi menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
Apresiasi untuk Media, Pengawasan Tetap Jalan
Bagi Matanusantara.co.id, apresiasi dari sumber internal bukanlah tujuan akhir pemberitaan.
Fungsi media sebagai kontrol sosial justru berada pada kemampuan mengawal persoalan hingga terdapat perkembangan yang dapat diverifikasi.
Penerimaan penuh kupon BBM Agustus merupakan perkembangan positif berdasarkan keterangan sumber, namun redaksi tidak menjadikannya sebagai kesimpulan bahwa seluruh polemik telah selesai.
Redaksi tetap memberikan ruang yang sama bagi pihak Kecamatan Tamalate untuk menyampaikan klarifikasi, hak jawab maupun perkembangan hasil pemeriksaan.
Matanusantara.co.id juga akan memantau distribusi kupon pada periode berikutnya untuk melihat apakah perubahan tersebut benar-benar berkelanjutan.
Sebab, yang menjadi kepentingan utama bukan sekadar siapa yang mendapat sorotan atau siapa yang mendapat apresiasi.
Yang paling penting adalah memastikan hak petugas kebersihan terpenuhi, distribusi BBM berlangsung transparan, administrasi dapat diperiksa, dan pelayanan kebersihan masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Untuk Agustus 2026, sumber internal menyebut kupon BBM telah diterima full. Kini, konsistensi distribusi bulan berikutnya menjadi ujian berikutnya. Matanusantara.co.id tetap mengawal. (****)

Tinggalkan Balasan